Google dan Amazon mengumumkan kebijakan baru untuk membatasi perjalanan pegawai akibat kekhawatiran COVID-19.
Google dan Amazon mengumumkan kebijakan baru untuk membatasi perjalanan pegawai akibat kekhawatiran COVID-19.

Google dan Amazon Batasi Perjalanan Pegawai Akibat COVID-19

Teknologi teknologi google amazon
Lufthi Anggraeni • 02 Maret 2020 15:09
Jakarta: Google dilaporkan mencegah pegawainya melakukan perjalanan ke Italia, Iran, Kepang dan Korea Selatan akibat penyebaran COVID-19. Sedangkan Amazon meminta pegawainya untuk menunda perjalan tidak penting, termasuk di wilayah Amerika Serikat (AS).
 
The Verge turut melaporkan bahwa kedua perusahaan ini juga telah menghentikan perjalanan pegawai ke Tiongkok, dan Google sementara waktu ini menutup kantor perwakilannya di Tiongkok sejak akhir bulan Januari lalu.
 
Sebagai informasi, pegawai Google di Zurich, Swiss dilaporkan telah positif terinfeksi COVID-19. Perwakilan Google menyebut bahwa pegawai ini berada di kantor perwakilan cabang Zurich dalam jangka waktu terbatas, sebelum menunjukan gejala apapun.
 
Sementara itu, Senior Vice President Dave Clark menyebut bahwa perusahaannya telah mengimbau kepada pegawai untuk tidak menjadwalkan pertemuan yang melibatkan perjalanan hingga setidaknya hingga akhir bulan April mendatang.
 
Amazon merupakan salah satu pembeli utama tiket perjalanan korporat, dan mengeluarkan dana USD220 juta (Rp3,15 triliun) dalam kategori tiket perjalanan selama tahun 2017. Amazon juga membatalkan wawancara kerja tatap muka dengan calon pegawainya, dan mengalihkannya ke chat video.
 
Sebagai informasi, hingga artikel ditulis, sebanyak 83 ribu kasus COVID-19 telah terkonfirmasi di seluruh dunia. Tiongkok menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak, namun penyebaran ini mengalami peningkatan pesat di negara seperti Jepang dan Korea Selatan, dengan 2.300 kasus dan 13 angka kematian.
 
Industri teknologi secara signifikan terdampak oleh epidemi COVID-19 ini, menyebabkan penutupan toko ritel di seluruh Tiongkok dan penundaan produksi. Tidak hanya itu, penyelenggara ajang besar juga membatalkan acara tahunan mereka, seperti Mobile World Congress (MWC) 2020.
 
Keputusan pembatalan gelaran acara ini diambil setelah perusahaan seperti Amazon, ZTE, dan Sony mengundurkan diri sebagai partisipan MWC 2020. Selain itu, Facebook juga membatalkan konferensi pengembang F8 tahunannya.
 
Sebelumnya, developer game independen ternyata enggan membuat game untuk tersedia di layanan Google Stadia. Penelusuran menemukan dua alasan dibalik keengganan pengembang terhadap layanan tersebut.
 
Beberapa developer game yang pernah ditawarkan kerja sama mengaku bahwa Google Stadia tidak menyediakan insentif yang cukup besar. Insentif menjadi hal penting mengingat developer sangat butuh uang untuk menciptakan game.
 
Alasan kedua para developer game independen masih berpikir dua kali bergabung dengan Google Stadia adalah menyoal nasib layanan tersebut. Google dikenal kerap menyuntik mati beberapa layanan yang sudah memiliki usia cukup panjang.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif