Ilustrasi.
Ilustrasi.

Penggunaan AI di Indonesia Capai 94,9 Persen, tetapi Rasa Nyaman Masih Rendah

Cahyandaru Kuncorojati • 05 November 2026 11:02
Ringkasnya gini..
  • Sebanyak 94,9 persen pengguna internet Indonesia memakai AI, tetapi hanya 28,3 persen merasa nyaman menggunakannya.
  • Sebanyak 28,2 persen pengguna internet menjadikan AI sumber utama riset merek, sementara media sosial masih paling banyak digunakan.
  • Laporan Digital 2027 mencatat tingginya aktivitas digital Indonesia, dari penggunaan WhatsApp hingga belanja online dan gim.
Jakarta: Indonesia tercatat sebagai salah satu pasar digital paling aktif di dunia. Laporan Digital 2027 Indonesia dari We Are Social dan Meltwater memperkirakan ada 231 juta pengguna internet, setara 80,2 persen populasi.

Di tengah keterhubungan itu, adopsi AI tumbuh cepat, tetapi rasa nyaman menggunakannya belum mengikuti.

Laporan tersebut mencatat 94,9 persen pengguna internet berusia 16 tahun ke atas memakai alat AI dalam sebulan terakhir, tertinggi keempat di antara pasar yang diteliti. Namun, hanya 28,3 persen yang merasa nyaman menggunakan AI. Sementara itu, 47,2 persen percaya AI bermanfaat bagi masyarakat, proporsi tertinggi dalam laporan.

Perbedaan angka ini menggambarkan dua hal yang berjalan bersamaan: masyarakat melihat potensi AI, tetapi belum sepenuhnya yakin ketika berinteraksi dengannya. AI sudah dipakai untuk mencari informasi dan membuat konten, namun tingginya pemakaian saja belum cukup untuk menunjukkan tingkat kepercayaan.
 

AI Mulai Masuk ke Proses Riset Merek

Dari pengguna AI, 43,7 persen memanfaatkannya untuk membuat atau menyempurnakan gambar dan video. ChatGPT dan Google Gemini masing-masing digunakan oleh hampir separuh pengguna internet. Penggunaan kreatif ini menunjukkan AI hadir sebagai alat praktis, bukan hanya teknologi yang dibicarakan.

Perannya juga mulai menyentuh keputusan belanja. Sebanyak 28,2 persen pengguna internet menjadikan AI sumber utama untuk riset merek. Namun, media sosial masih menjadi kanal yang paling banyak digunakan untuk mencari informasi merek, dengan 60 persen pengguna internet menyebutnya sebagai sumber riset.

Lebih dari dua pertiga pengguna internet meneliti merek dan produk secara online sebelum membeli, angka tertinggi di antara pasar dalam laporan.
 
Managing Director We Are Social Indonesia Yudhi Hastiardi mengatakan merek perlu memperhatikan bagaimana mereka tampil di sumber informasi yang digunakan konsumen, termasuk AI. “Kredibilitas informasi yang mengelilingi sebuah merek sama pentingnya dengan apa yang dikatakan merek itu sendiri,” ujarnya.

Temuan ini menunjukkan perjalanan konsumen tidak berhenti pada melihat iklan. Mereka mencari informasi tambahan dan membandingkan sumber sebelum memutuskan. Karena itu, visibilitas di satu kanal belum otomatis membuat merek dipercaya.
 

Aktivitas Digital Merentang dari Chat hingga Belanja

Laporan mencatat 240 juta identitas pengguna media sosial di Indonesia, setara 83,2 persen populasi. Pengguna internet berusia 16 tahun ke atas rata-rata memakai 7,5 platform media sosial per bulan.

WhatsApp digunakan oleh 92,7 persen pengguna internet, dengan pengguna aktif menghabiskan rata-rata 1 jam 55 menit sehari di aplikasi tersebut, tertinggi di antara pasar yang diteliti.

Kebiasaan digital juga mencakup hiburan dan transaksi. Sebanyak 95,6 persen pengguna internet bermain game video. Untuk belanja, 73,1 persen lebih memilih toko online daripada toko fisik, sedangkan 34,7 persen menggunakan layanan buy now, pay later setiap minggu, lebih dari dua kali rata-rata global.
 
Aktivitas tinggi tidak serta-merta berarti semua konten mendapat perhatian. Sebanyak 39,4 persen pengguna internet memakai pemblokir iklan, tertinggi dalam laporan, dan hanya 13,2 persen merasa terwakili oleh iklan yang mereka lihat.

“Perhatian audiens di Indonesia harus diperoleh, karena mereka meneliti dengan cermat dan menyaring banyak hal yang ditampilkan kepada mereka,” kata Mimrah Mahmood, APAC Vice President of Enterprise Sales Meltwater.

Laporan ini memotret masyarakat yang sudah menggunakan layanan digital untuk komunikasi, hiburan, pencarian informasi, dan transaksi. Saat AI ikut masuk ke kegiatan tersebut, tantangannya bukan sekadar membuat teknologi mudah diakses. Pengguna juga perlu merasa yakin terhadap informasi dan pengalaman yang mereka temui.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA