Computex 2018

AMD EPYC Generasi ke-2 Perkuat Posisi AMD di Prosesor Server

Cahyandaru Kuncorojati 10 Juni 2018 22:01 WIB
amdComputex 2018
AMD EPYC Generasi ke-2 Perkuat Posisi AMD di Prosesor Server
President & CEO AMD Dr.Lisa Su membeberkan informasi tentang prosesor AMD EPYC Generasi ke-2.
Taipei: AMD terhitung tahun 2019 nanti juga akan mulai menjejakkan langkahnya dengan pasti di segmen server lewat generasi terbaru prosesor EPYC.

Pada ajang Computex 2018 yang berlangsung sejak 5 Juni 2018, AMD membuat sebuah pengumuman terkait dua prosesor mereka yaitu AMD Threadripper dan AMD EYPC. Prosesor AMD EYPC Generasi Ke-2 ini diciptakan dari fabrikasi 7nm dengan arsitektur Zen 2.

Dalam presentasi yang dipaparkan oleh President & CEO AMD Dr. Lisa Su terdapat sedikit bocoran bahwa prosesor AMD EPYC Generasi-2 yang diberi kode nama Rome tengah dalam pengujian di lab AMD yang kemudian sampelnya akan disebarkan pada paruh kedua tahun ini sebelum diluncurkan 2019.


AMD tampaknya sadar bahwa ada segmen pasar yang selama ini didominasi oleh Intel bisa dengan mudah direbut, apabila mereka sukses menjadi alternatif dari prosesor server Intel Xeon.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa prosesor AMD EPYC Generasi Ke-2 berbasis fabrikasi 7nm ini masih akan komptibel dengan platform yang digunakan pada generasi pertamanya. Artinya konsumen tetap tidak perlu melakukan perubahan besar nantinya, serta membuat AMD EPYC Generasi Ke-2 akan lebih cepat diadopsi oleh pasar.

Terkait prosesor AMD EPYC generasi pertama, AMD juga memaparkan informasi terkait adopsinya. Pertama, Penggunaan pada server UCS Cisco pertama di varian tertinggi milik Cisco yang menawarkan 128 persen jumlah core lebih banyak, 50 persen jumlah server lebih banyak, dan 20 persen penyimpanan lebih banyak dalam setiap raknya.

Hewlet Packard Enterprise (HPE) berbekal AMD EPYC mampu menciptakan satu soket server HPE ProLiant DL325 Gen10 one yang sangat baru untuk aplikasi-aplikasi virtualisasi dan penyimpanan software dengan hingga 27 persen harga lebih murah untuk setiap mesin virtual daripada kompetitor dua soketnya.

Prosesor AMD EYPC juga disebutkan diadopsi pada banyak perusahaan penyedia layanan cloud terbesar, seperti, Baidu Cloud, Microsoft Azure, dan Tencen Cloud. Langkah AMD yang mampu menciptakan produk dengan teknologi dan performa lebih baik dari kompetitornya, tapi dengan harga yang bersaing juga sangat mungkin diterapkan pada bisnis prosesor AMD EPYC.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.