Aksi Tesla Roadster bisa terbang dan akrobatik (Foto: Tesla)
Aksi Tesla Roadster bisa terbang dan akrobatik (Foto: Tesla)

Tesla Roadster Bisa Terbang dan Akrobat, Teknologinya Gak Kaleng-Kaleng

Muhammad Syahrul Ramadhan • 16 Oktober 2026 16:49
Ringkasnya gini..
  • Mobil sport listrik ini punya kemampuan manuver udara melalui teknologi yang dikembangkan bersama SpaceX.
  • Dalam sesi peragaan Tesla Roadster bisa menempel dalam posisi terbalik.
  • Dalam demo lain, Roadster melompati jajaran kendaraan Tesla, termasuk truk Tesla Semi setinggi 4,1 meter.
Jakarta: Tesla Roadster terbaru yang baru saja dipamerkan Elon Musk membuat gempar. 
Mobil sport listrik ini punya kemampuan manuver udara melalui teknologi yang dikembangkan bersama SpaceX.

Dalam peragaan yang digelar di Markas SpaceX di Texas, Amerika Serikat, Roadster diperlihatkan melaju di lintasan ala “Hotwheels”. Generasi kedua Roadster ini kemudian menempel di lintasan rampa lengkung sebelum akhirnya mundur untuk melakukan atraksi yang bikin takjub.

Mobil putih dua kursi itu kembali menaiki rampa melengkung kemudian berputar di udara, dan kembali ke permukaan dengan bantuan pendorong tambahan. 

Mobil tersebut juga melakukan lompatan melewati sejumlah kendaraan Tesla lainnya. Selain kemampuan akrobatik, Roadster jugi memamerkan akselerasinya. Mobil ini mampu berakselerasi 0-96 km/jam dalam 0,81 detik.

Kemampuan Roadster generasi kedua ini yang melewati standar mobil listrik konvensional ini ada teknologi yang tidak kaleng-kaleng di baliknya. Yuk simak teknologi dan cara kerja teknologi di Tesla Roadster yang baru saja dipamerkan.

Kemampuan Berhenti dalam Posisi Terbalik

Dalam sesi peragaan Tesla Roadster bisa menempel dalam posisi terbalik. Kemampuan kemampuan itu berasal dari sistem kipas isap yang menghasilkan daya isap hingga 2G.

Melansir laman Tesla, Roadster ini memiliki kipas multi-mode dan ground sealing system-nya bekerja dengan menarik udara dari bawah kendaraan untuk menciptakan downforce atau  gaya tekan ke bawah, yang memungkinkan untuk mobil menempel dalam posisi terbalik bahkan saat dalam keadaan diam.

Teknologi dari SpaceX


Aksi akrobatik berguling di udara dan mendarat setelah melintasi ramp melengkung bisa dilakukan dengan teknologi dari SpaceX, yaitu cold-gas thrusters. Teknologi ini menghasilkan gaya dorong dengan melepaskan gas bertekanan tinggi melalui nosel, tanpa pembakaran bahan bakar seperti pada mesin roket konvensional.

Dalam demo lain, Roadster melompati jajaran kendaraan Tesla, termasuk truk Tesla Semi setinggi 4,1 meter.

“Pendorong gas dingin canggih ini memanfaatkan aktuator elektrik yang memungkinkan pengaturan daya dorong secara presisi serta mampu melakukan "penyesuaian mikro dalam sepersekian detik,” tulis Tesla di akun X resmi.
 
Tesla akrobat 1
Tampak depan Tesla Roadster melakukan pendarat usai berguling di udara. Foto: Tesla.
Melansir Inside EVs Tesla sudah membuka layanan pemesanan awal Roadster generasi terbaru. Ada tiga versi yang bisa dipesan dengan membayar biaya awal 5000 dolar AS (sekitar Rp90 juta) serta membayar tambahan biaya 45.000 dolar AS (sekira Rp811 juta) sepuluh hari kemudian untuk mendapatkan kendaraan model dasar.

Buat yang ingin mendapatkan versi "Thrust" dengan sistem multi-mode suction system
dan pendorong akselerasi harus membayar biaya tambahan 245.000 dolar AS (sekitar Rp4,4 miliar) dalam waktu 10 hari setelah pemesanan.​​​​​​​

Sementara itu, Tesla Rodaster versi bisa terbang, yakni  "Rocket" yang dilengkapi sistem pendorong gas dingin yang ditempatkan di sekeliling perimeter kendaraan mendukung akselerasi ke depan dan ke atas serta gerakan rotasi lateral hanya bisa dipesan berdasarkan undangan.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA