Dowson Tong, Senior Executive Vice President Tencent dan CEO Tencent Cloud, menekankan bahwa AI bukanlah satu sistem tunggal yang serba bisa, melainkan ekosistem beragam model yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik.
Dengan strategi model-agnostic, Tencent Cloud memberi kebebasan bagi pelanggan untuk memilih model AI yang paling relevan, baik dari pengembangan internal maupun kolaborasi dengan inovasi global.
Dalam operasional internal, Tencent telah mengintegrasikan AI secara masif. Asisten pemrograman CodeBuddy kini digunakan lebih dari 12.000 insinyur, menghasilkan lebih dari separuh kode baru perusahaan dan memangkas waktu pengembangan hingga 40 persen.
Selain itu, seri Hunyuan menjadi tulang punggung inovasi AI Tencent. Versi terbaru Hunyuan 2.0 menggunakan arsitektur Mixture-of-Experts dengan 406 miliar parameter, menjadikannya salah satu model paling efisien di dunia. Sementara Hunyuan 3D, yang telah diunduh lebih dari 3 juta kali di platform Hugging Face, membuka akses luas bagi kreator global untuk menghasilkan konten 3D berkualitas tinggi.
Penerapan AI terbukti mendorong pertumbuhan bisnis Tencent. Pada kuartal ketiga 2025, pendapatan dari sektor pemasaran naik 21 persen dibanding tahun sebelumnya, sementara pendapatan dari divisi gim meningkat 22,8 persen.
AI Tencent juga diaplikasikan lintas industri, mulai dari ritel, kesehatan, pemasaran, hingga hiburan. Studi kasus menarik datang dari Bambu Lab, perusahaan pencetak 3D yang memanfaatkan Hunyuan 3D untuk menghadirkan pemodelan profesional kepada konsumen umum, sehingga memperluas kreativitas masyarakat.
Tidak hanya fokus pada bisnis, Tencent Cloud juga berupaya menumbuhkan literasi AI di kalangan generasi muda. Melalui platform edukasi Tencent Yuanbao, pelajar didorong untuk bereksperimen dan memahami teknologi AI sejak dini, sehingga tercipta ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Bukan sekadar mengejar kecerdasan buatan umum, langkah ini demi membangun ekosistem model yang beragam, terbuka, dan bermanfaat nyata. Dengan strategi ini, Tencent menempatkan dirinya sebagai pemain global yang tidak hanya menciptakan teknologi, tetapi juga memastikan dampaknya terasa hingga ke pengguna akhir di berbagai belahan dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News