Qualcomm tengah bernegosiasi dengan Samsung Electronics untuk memproduksi chipset 2 nm.
Qualcomm tengah bernegosiasi dengan Samsung Electronics untuk memproduksi chipset 2 nm.

Qualcomm Diperkirakan Kembali ke Samsung untuk Produksi Chip 2 nm

Lufthi Anggraeni • 12 Januari 2026 09:50
Jakarta: Qualcomm Inc. dilaporkan sedang mengadakan pembicaraan dengan Samsung Electronics untuk memanfaatkan fasilitas produksi chipset ultra-maju berbasis teknologi 2-nanometer (2 nm) milik Samsung Foundry.
 
Langkah ini menandai potensi kembalinya Qualcomm ke pabrikasi Samsung setelah beberapa tahun perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat ini hampir sepenuhnya mengandalkan layanan dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) untuk menghasilkan chipset kelas atas.
 
Mengutip GSM Arena, CEO Qualcomm Cristiano Amon menyatakan bahwa diskusi dengan Samsung mengenai kontrak manufaktur chip 2 nm sudah berjalan, dan Samsung menjadi prioritas utama di antara beberapa kandidat foundry semikonduktor lain.

Qualcomm bahkan telah menyelesaikan fase desain untuk chipset dengan proses 2 nm tersebut dan berharap akan segera memasuki fase komersialisasi. Diskusi Qualcomm dengan Samsung mengejutkan banyak pihak karena kedua perusahaan pernah bekerja sama pada era sebelumnya.
 
Samsung pernah memproduksi chipset Qualcomm kelas flagship, seperti Snapdragon 8 Gen 1, meskipun kolaborasi itu berakhir ketika Samsung gagal memenuhi persyaratan kinerja dan efisiensi yang diminta oleh Qualcomm.
 
Kembali ke Samsung untuk produksi chipset 2 nm menunjukkan bahwa teknologi manufaktur Samsung kini dianggap lebih matang setelah upaya intens, termasuk pengembangan node Gate-All-Around (GAA) 2 nm.
 
Sebelumnya Samsung telah mengklaim keberhasilan produksi Exynos berbasis 2 nm untuk seri Galaxy unggulannya, membantu membangun kembali reputasi foundry mereka. Jika kesepakatan ini terwujud, hal tersebut akan memberikan dampak besar pada peta persaingan global di industri chipset.
 
Selama bertahun-tahun, Qualcomm sangat bergantung pada TSMC untuk memproduksi chipset flagship karyanya, termasuk seri Snapdragon generasi terbaru. Dengan menjalin kerjasama dengan Samsung, Qualcomm dapat mendiversifikasi rantai pasokan produksi perusahaannya.
 
Dengan demikian, Qualcomm mampu mengurangi ketergantungan pada satu pabrik semikonduktor dan meminimalkan risiko keterlambatan produksi. Selain itu, kesempatan bagi Samsung untuk memproduksi chipset Qualcomm ini juga dapat menjadi titik balik penting bagi divisi foundry perusahaan tersebut.
 
Sebagai informasi, selama ini divisi foundry Samsung bersaing ketat dengan TSMC dalam hal teknologi proses canggih. Kemitraan ini berpotensi meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kemampuan manufaktur chip generasi terbaru Samsung, termasuk dalam persaingan node 2 nm.
 
Berita terkait potensi kerja sama Qualcomm dan Samsung juga telah mempengaruhi sentimen pasar. Saham Samsung Electronics sempat mengalami kenaikan ketika kabar bahwa perusahaan tengah membicarakan produksi chipset 2 nm untuk Qualcomm tersebar di bursa.
 
Hal ini mencerminkan minat investor terhadap prospek bisnis foundry Samsung jika berhasil mengamankan kontrak manufaktur chipset canggih dari Qualcomm. Kenaikan saham tersebut menunjukkan ekspektasi bahwa Samsung bisa mendapatkan kontrak besar yang tidak hanya meningkatkan pendapatan dari divisi pabrikasi chip.
 
Kontrak tersebut juga dinilai pengamat turut mampu memperkuat posisi Samsung di pasar global sebagai salah satu produsen chipset terkemuka. Target itu kian relevan di tengah persaingan pabrikan semikonduktor dalam mengembangkan teknologi proses yang semakin kecil dan efisien. 
 
Kendati diskusi antara Qualcomm dan Samsung telah dikonfirmasi, namun hingga saat ini belum tersedia pernyataan resmi terperinci soal detail kontrak atau nama chipset Qualcomm yang akan diproduksi oleh Samsung.
 
Beberapa analis memperkirakan bahwa Qualcomm masih mungkin tetap bekerja dengan TSMC untuk beberapa varian chip unggulan, terutama jika Samsung tidak menangani semua lini produksi Snapdragon.
 
Selain itu, persaingan global untuk node proses 2 nm terus intens, dengan berbagai pabrikan semikonduktor berlomba meningkatkan efisiensi energetik, kinerja, dan jejak transistor chipset. Dalam konteks ini, keputusan Qualcomm untuk membuka negosiasi dengan Samsung menandai perubahan strategi penting dalam ekosistem manufaktur chip global, berpeluang memicu dinamika baru dalam persaingan teknologi fabrikasi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan