Kacamata kamera Ray-Ban Meta. (YOUTUBE/Mrwhosetheboss)
Kacamata kamera Ray-Ban Meta. (YOUTUBE/Mrwhosetheboss)

Kacamata Kamera Mulai Dilarang di Resto dan Cafe Inggris

Cahyandaru Kuncorojati • 11 Agustus 2026 09:10
Ringkasnya gini..
  • Kacamata kamera mulai dibatasi sejumlah pub dan restoran di Inggris karena isu privasi.
  • Meta Glasses disorot karena kameranya memungkinkan pengguna merekam secara hands-free.
  • Aturan ini menunjukkan tantangan privasi seiring makin populernya kacamata AI.
Jakarta: Popularitas kacamata kamera mulai memunculkan persoalan baru terkait privasi. 
 
Sejumlah pub dan restoran populer di Inggris kini membatasi penggunaan smart glasses berkamera karena perangkat tersebut memungkinkan penggunanya mengambil foto dan video secara hands-free, termasuk ketika orang di sekitarnya tidak menyadari sedang direkam.
 
Salah satu produk yang ikut menjadi sorotan adalah Meta Glasses, lini kacamata pintar hasil kolaborasi Meta dan Ray-Ban. Perangkat ini membawa kamera terintegrasi sehingga pengguna dapat merekam momen tanpa perlu mengangkat smartphone.

Fenomena tersebut membuat keberadaan kacamata kamera di tempat umum mulai dipandang berbeda dibandingkan penggunaan kamera smartphone biasa.
 

Kacamata Kamera Mulai Dibatasi di Pub Inggris

Salah satu jaringan yang menerapkan pembatasan adalah Wetherspoons, jaringan pub atau cafe yang memiliki sekitar 800 lokasi di Inggris dan Irlandia.
 
Pendiri Wetherspoons, Tim Martin, dikutip dari laporan The Guardian menyebut bahwa aturan umum di pub mereka melarang pelanggan merekam pengunjung maupun karyawan tanpa izin.
 
“Kacamata Meta tampaknya melanggar aturan ini dan akal sehat karena memungkinkan pengawasan secara diam-diam, sehingga naluri kami adalah meminta kameranya dimatikan,” ujarnya.
 
Menurut Martin, persoalannya bukan sekadar keberadaan perangkat tersebut, melainkan penggunaan kameranya. Ia menilai aktivitas merekam orang lain tanpa persetujuan dapat mengganggu ruang pribadi pengunjung.
 
Artinya, seseorang masih dapat mengenakan Meta Glasses ketika berada di lokasi tersebut, tetapi penggunaan kamera pada perangkat dapat melanggar aturan yang berlaku.
 

Restoran Mewah London Ikut Soroti Kacamata Kamera

Pembatasan serupa juga muncul di sejumlah restoran kelas atas di London. Jeremy King, pemilik beberapa restoran populer di ibu kota Inggris, bahkan mengambil pendekatan yang lebih ketat. 
 
Ia mengatakan kepada The Guardian bahwa pelanggan tidak seharusnya menggunakan kacamata kamera di restorannya, baik ketika perangkat sedang merekam maupun tidak.
 
King menilai privasi tamu harus menjadi bagian dari pengalaman bersantap. Ia bahkan menyebut tidak ingin ada bentuk pelanggaran privasi terhadap pengunjung selain apa yang dapat dilakukan dengan penglihatan manusia secara normal.
 
Sikap tersebut memperlihatkan persoalan yang membuat smart glasses berkamera berbeda dari smartphone.
 
Seseorang yang menggunakan smartphone untuk mengambil foto biasanya terlihat mengangkat perangkat dan mengarahkannya ke objek tertentu. Sebaliknya, kamera pada kacamata pintar berada di bagian depan perangkat yang dikenakan seperti kacamata biasa.
 

Mengapa Kacamata Kamera Jadi Masalah Privasi?

Kacamata Kamera Mulai Dilarang di Resto dan Cafe Inggris
 
Kemampuan merekam secara hands-free merupakan salah satu daya tarik utama kacamata kamera. Pengguna tidak perlu mengambil ponsel dari saku untuk mengambil foto atau video.
 
Pada Meta Glasses, kamera terintegrasi juga menjadi bagian dari berbagai fitur pintar yang ditawarkan perangkat. Kacamata tersebut dapat digunakan untuk mengambil foto dan video, melakukan siaran langsung, serta mendukung sejumlah fungsi berbasis AI.
 
Bagi pengguna, pendekatan ini menawarkan kepraktisan. Namun dari sudut pandang orang lain, situasinya berbeda.
 
Orang yang berada di dekat pemakai Meta Glasses belum tentu mengetahui apakah kamera sedang digunakan. Kondisi tersebut membuat batas privasi di ruang publik menjadi lebih sulit dikenali.
 

Bukan Hanya Pub dan Restoran

Pembatasan kacamata kamera sebenarnya sudah muncul di sejumlah lingkungan lain. Perangkat smart glasses telah menghadapi larangan atau pembatasan di ruang sidang, beberapa kapal pesiar, hingga tempat penyelenggaraan ujian seperti SAT. Alasannya beragam, mulai dari keamanan, potensi kecurangan, hingga perlindungan privasi.
 
Namun, larangan di pub dan restoran menjadi perkembangan yang menarik karena tempat tersebut merupakan ruang publik yang relatif terbuka. Orang datang untuk makan, minum, bersosialisasi, dan menghabiskan waktu tanpa selalu menyadari bahwa perangkat berkamera mungkin digunakan di sekitarnya.
 
Situasi ini menunjukkan bahwa tantangan kacamata AI bukan hanya soal kemampuan teknologi. Semakin kecil dan praktis perangkat kamera, semakin penting pula aturan mengenai kapan dan bagaimana kamera tersebut boleh digunakan.
 
Bagi produsen seperti Meta, persoalan ini juga menjadi tantangan dalam mendorong Meta Glasses sebagai perangkat konsumen sehari-hari. Teknologi yang menawarkan pengalaman hands-free harus tetap dapat berjalan beriringan dengan ekspektasi privasi orang lain.
 
Jika kamu menggunakan atau tertarik membeli kacamata kamera seperti Meta Glasses, pastikan memahami aturan tempat yang dikunjungi dan minta izin sebelum merekam orang lain. Teknologi boleh semakin praktis, tetapi privasi tetap harus menjadi pertimbangan utama.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA