Perdebatan yang muncul bukan hanya mengenai isi kontennya, tetapi juga menyangkut etika penggunaan perangkat AI wearable yang mampu merekam video secara lebih tidak mencolok dibandingkan smartphone.
Di saat yang hampir bersamaan, Meta mengumumkan langkah baru untuk menindak penyalahgunaan kacamata pintarnya.
Dikutip dari laporan Fortune, di bulan Juli lalu Meta melalui media sosial mereka menyatakan akan menghapus konten yang dinilai mengeksploitasi atau melecehkan orang lain, termasuk video yang direkam tanpa menghormati privasi individu di ruang publik.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perkembangan AI glasses kini tidak hanya menghadirkan inovasi baru, tetapi juga memunculkan tantangan mengenai batas privasi dan etika penggunaan teknologi.
AI Glasses Semakin Populer untuk Membuat Konten
Ray-Ban Meta AI Glasses merupakan salah satu perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan Meta bersama EssilorLuxottica.Berbeda dengan smartphone, perangkat ini memungkinkan pengguna mengambil foto maupun merekam video tanpa perlu mengangkat ponsel ke depan wajah. Pengguna cukup menekan tombol pada bingkai kacamata atau menggunakan perintah suara untuk mulai merekam.
Selain kamera, perangkat tersebut juga dibekali fitur AI seperti asisten digital, penerjemahan bahasa secara langsung, panggilan telepon, hingga livestream tanpa menggunakan tangan.
Kemudahan tersebut membuat AI glasses semakin diminati kreator konten karena mampu menghasilkan sudut pandang orang pertama (first-person view) secara lebih natural.
Meta Akan Hapus Konten yang Dianggap Mengganggu
Meningkatnya penggunaan AI glasses untuk merekam interaksi dengan orang lain membuat Meta memperketat moderasi konten di Instagram.Head of Instagram Adam Mosseri menegaskan bahwa perusahaan tidak akan mentoleransi konten yang memanfaatkan atau melecehkan orang lain.
"Jika Anda mengunggah konten yang memanfaatkan atau melecehkan orang lain, seperti banyak video bertema pendekatan (pickup line) yang sudah kami dengar dan lihat, kami akan menghapus konten tersebut," ujar Mosseri saat menjawab pertanyaan pengguna melalui Instagram Stories.
Mosseri menambahkan bahwa Meta juga telah menghapus sejumlah akun kreator yang terbukti melanggar kebijakan tersebut.
Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa Meta ingin memastikan AI glasses tetap digunakan sebagai perangkat produktivitas dan kreativitas, bukan sebagai alat untuk membuat konten yang mengganggu privasi orang lain.
Privasi Menjadi Tantangan Terbesar AI Glasses
Semakin canggih kemampuan AI glasses, semakin besar pula perhatian terhadap isu privasi.Meta menjelaskan bahwa setiap Ray-Ban Meta dilengkapi lampu indikator LED yang akan menyala ketika kamera mengambil foto atau merekam video. Lampu tersebut tidak dapat dimatikan oleh pengguna agar orang di sekitar mengetahui ketika proses perekaman sedang berlangsung.
Perusahaan juga mengatakan sistem perangkat telah diperbarui sehingga kamera akan otomatis dinonaktifkan apabila mendeteksi lampu indikator tersebut dirusak atau ditutupi.
Meski demikian, sejumlah pemerhati privasi menilai AI glasses tetap menghadirkan tantangan baru. Tidak seperti smartphone yang secara visual memperlihatkan ketika seseorang sedang merekam, kamera pada kacamata jauh lebih sulit dikenali sehingga orang lain belum tentu menyadari dirinya sedang direkam.
Kekhawatiran tersebut bahkan mulai berdampak di dunia nyata. Sejumlah penyelenggara acara di luar negeri telah melarang penggunaan perangkat perekam yang dikenakan di tubuh, termasuk AI glasses, demi melindungi privasi peserta dan tamu.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda