Seperti dilansir The Verge, kemenangan ini menambah skor untuk Google, dengan skor terkini 4-1. Kemenangan AlphaGo disebut sebagai tonggak sejarah untuk teknologi kecerdasan buatan atau AI. Founder DeepMind, Demis Hassabis, juga menyebut game terakhir menjadi bukti kerja keras kedua pihak.
Hassabis juga mengungkap pertandingan ini sebagai pengalaman gaming paling mengagumkan yang telah mereka alami sejak kehadiran mereka di ranah teknologi. Sementara Lee mengaku mengalami kesulitan dari sisi psikologis, dan mengungkapkan kesedihan terkait berakhirnya pertandingan ini.
Pada babak sebelumnya, AlphaGo mengalami kekalahan akibat kesalahan perhitungan pada langkah ke 79, dan baru menyadarinya pada lagkah ke 87. Kesalahan ini disebut sebagai celah yang dimanfaatkan Lee hingga meraih kemenangan.
Kemampuan program AlphaGo karya DeepMind dalam mengalahkan juara dunia 18 kali, Lee Se-dol, disebut berkat sistem pendukung, berbasis pemahaman terkait mesin dan jaringan saraf secara mendalam.
Kemenangan AlphaGo menjadi pengesahan rencana Google untuk mendonasikan hadiah bernilai USD1 juta untuk kegiatan amal. Google DeepMind Challenge Match menjadi pertandingan pertama yang melibatkan program koputer dan sembilan pemain Go profesional. Pertandingan ini juga menjadi bukti dan pembantah pendapat yang menyebut program komputer tidak dapat memainkan permainan tradisional dari Negeri Tirai Bambu ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News