Instagram sutradara kondang itu baru dibuat pada awal 2019. Itu juga merupakan satu-satunya akun media sosial yang dia miliki. Jay tampaknya tak tertarik dengan media sosial seperti Facebook dan Twitter.
Melalui Instagram, dia mencoba untuk mengambil foto yang unik, mendorong Anda untuk berpikir tentang pesan yang dia ingin sampaikan.
Lain dengan kebanyakan orang yang akun Instagram-nya penuh dengan foto selfie, Jay justru enggan untuk mengambil selfie. Jika dia mengambil selfie, biasanya dia mengambil pose membelakangi kamera.
“Menurut saya orang boleh saja selfie. Tetapi jangan Instagram isinya muka dia semua. Enggak ada lain. Menurut saya orang harus menunjukan presentasi karyanya. Kayak baju yang kita pakai, menunjukan kita siapa. Kalau selfie melulu enggak ada gunanya, terlalu narsis gitu,” katanya.
Ingin mencoba untuk mengambil foto unik? Jay memiliki beberapa tips untuk itu. Salah satunya adalah mengambil sudut yang unik. Jika Anda terbiasa mengambil foto sebuah objek dari depan, Anda bisa mencoba untuk mengambil foto dari sisi lain.
Mengubah posisi kamera -- mengambil foto dari atas atau dari bawah misalnya -- juga bisa membantu Anda untuk mengambil foto unik yang lain dari biasanya.
Misalnya, ketika Jay berkunjung ke Hagia Sophia, Istanbul, dia memilih untuk mengambil foto lantai. Padahal, orang-orang di sekitarnya sibuk mengarahkan kamera ke langit-langit.

Jay Subyakto. (medcom.id)
Untuk mengambil foto unik, Anda juga tidak harus selalu pergi jauh-jauh. Jika kreatif, Anda bisa memanfaatkan segala sesuatu di sekitar Anda untuk membuat foto Anda terlihat unik. Air di kaca ketika hujan misalnya.
Saat di Nepal, Jay mengambil foto dari balik jendela mobil yang basah karena hujan. Dia mengambil jajaran toko yang terlihat menarik karena cahayanya.
"Mungkin orang kan kalau foto mencari ketajamannya saja, atau fokusnya. Kalau saya, mencari alternatif yang bisa saja," ujarnya tentang foto yang dia ambil.
Tidak hanya lanskap, Jay juga sempat mengambil foto dari tombol lift. Alasannya, karena tombol lift itu menampilkan angka 0 atau -1, sesuatu yang tidak pernah ditemui di Indonesia. Menariknya, semua foto dan video dalam perjalannya ke Turki dan Nepal, dia ambil hanya dengan smartphone, yaitu Samsung Galaxy S10 Plus.
Jadi, Anda tidak perlu merasa minder jika tidak memiliki kamera profesional. Sekarang, Anda bisa mengambil foto dan video menarik hanya dengan smartphone. Salah satu fitur unik yang ada di Galaxy S10 Plus adalah Live Focus. Fitur ini sebenarnya sudah ada pada smartphone Samsung sebelumnya. Namun, Live Focus pada seri Galaxy S10 agak berbeda.
Di sini, Anda tidak hanya bisa sekadar mengambil foto dengan efek Bokeh alias latar belakang yang mengabur. Anda juga bisa menentukan efek dari latar belakang yang ada. Misalnya, Anda bisa menggunakan efek spin untuk membuat latar belakang seolah terlihat berputar atau efek zoom. Anda juga bisa mengambil foto objek berwarna dan latar belakang berwarna hitam-putih.
Salah satu fitur yang Jay coba pada Galaxy S10 Plus adalah Super Stady. Bersama sejumlah fotografer, Jay bertandang ke Nepal pada Maret. Tanpa membawa perlengkapan layaknya fotografer profesional, Jay mencoba untuk mengambil video pemadangan dari Gunung Everest dari atas helikopter.
Hasilnya, video terlihat sangat halus, meski dia tidak menggunakan gimbal atau stabilizer lainnya. Dia juga sempat mencoba fitur super slow motion. Dia merasa, video slow-motion yang dibuat Galaxy S10 Plus terlihat oke, menampilkan efek dramatis. Padahal, dia mengaku, fitur slow-motion biasanya hanya bisa ditemukan pada kamera DSLR dengan frame rate di atas 60 fps.
Pada akhirnya, mengambil foto unik tidak melulu ditentukan oleh tempat atau peralatan yang Anda gunakan. Yang paling penting adalah kreativitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News