Skandal Cambridge Analytica tak Pengaruhi Facebook

Ellavie Ichlasa Amalia 21 Mei 2018 14:32 WIB
media sosialfacebookCambridge Analytica
Skandal Cambridge Analytica tak Pengaruhi Facebook
Pengguna Facebook justru naik setelah skandal Cambridge Analytica. (AFP PHOTO / Lionel BONAVENTURE)
Jakarta: Skandal penyalahgunaan data pengguna oleh badan konsultan Cambridge Analytica disebutkan sebagai krisis terbesar Facebook. Namun, itu tampaknya tidak memengaruhi perusahaan media sosial raksasa tersebut. 

Facebook menghadapi skandal terburuk mereka dan pengguna justru semakin sering menggunakan media sosial itu, menurut Goldman Sachs, mengutip data dari ComScore. Dengan kata lain, kampanye #deteleFacebook tidak memberikan pengaruh apapun. 

Goldman Sachs berkata, pengguna unik Facebook di Amerika Serikat pada perangkat mobile justru naik 7 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu menjadi 188,6 juta orang pada April, ketika skandal Cambridge Analytica tengah ramai dibicarakan.


Tidak hanya itu, lapor Business Insider, waktu yang pengguna habiskan di Facebook juga naik, seperti yang bisa Anda lihat pada gambar di bawah. 



Ada kabar baik lain untuk Facebook. Deutsche Bank berkata, menurut sistem periklanan mereka, jangkauan audiens Facebook tidak terpengaruh bahkan setelah Facebook menghapus 583 juta akun palsu yang diduga ikut campur dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016 lalu. 

"Kami menekankan bahwa data ini merupakan representasi dari jangkauan audiens di semua properti Facebook, tidak hanya pada Facebook, tapi kami mengira, mereka menghapus akun palsu di semua produk mereka dan melihat ini sebagai indikasi umum bahwa jangkauan iklan di Facebook masih terus tumbuh," kata Deutsche Bank. 

Informasi ini akan memberikan kepercayaan diri pada CEO Mark Zuckerberg yang harus menyiapkan diri untuk menghadapi regulator Uni Eropa. Dia akan mendapatkan pertanyaa terkait privasi, hoaks dan regulasi oleh pemimpin poitik Eropa. 

Sebelum ini, Zuckerberg telah menyebutkan bahwa skandal Cambridge Analytica tidak memberikan dampak besar terkait tingkat keaktifan pengguna. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.