Angelo Syailendra, Presiden Direktur AtriaDC
Angelo Syailendra, Presiden Direktur AtriaDC

Ramaikan Pasar Indonesia, AtriaDC Gelar Data Center Ramah Lingkungan

Mohammad Mamduh • 15 Agustus 2022 14:26
Jakarta: Pasar data center Indonesia semakin ramai. AtriaDC merupakan perusahaan berikutnya yang ikut terjun dalam menyediakan infrastruktur digitalisasi di Tanah Air.
 
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin 15 Agustus 2022, Presiden Direktur AtriaDC Angelo Syailendra menyebutkan data center milik mereka mampu mengurangi emisi karbon hingga 30 persen.
 
Pengurangan emisi karbon ini berkat pilihan sumber daya yang dipakai untuk mengoperasikan data center, seperti gas, diesel, atau listrik sepenuhnya dari PLN. Ia menyebut pilihan ini bergantung pada permintaan klien.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aspek keamanan juga ditekankan Angelo sebagai hal yang sangat menjadi prioritas. Mereka menggunakan sistem berlapis untuk akses infrastruktur, sehingga tak semua orang bisa mengaksesnya. 
 
“Dari segi lokasi sendiri, kami fokusnya di dalam kota. Populasi penduduknya banyak, dan jaringannya padat,” lanjutnya. Fokus menyediakan data center di tengah kota menurut Angelo juga punya keuntungan lain.
 
Seperti target sektor bisnis yang beragam. Beberapa contohnya adalah perbankan, media, dan sektor B2B lainnya. Bisnis yang mengandalkan IoT juga menjadi incaran, karena pastinya memerlukan lalu lintas data yang kencang. 
 
Angelo melanjutkan, AtriaDC sudah memiliki standar daya jaringan maupun keamanan yang memadai. Saat ini, data center milik mereka termasuk dalam Tier 3. Level ini dinilai sudah mencukupi untuk kebutuhan B2B.
 
Selain itu, infrastruktur mereka diklaim lebih terfokus, karena pembangunan data center murni untuk kebutuhan data center, tidak dicampur dengan kebutuhan lain seperti kantoran.
 
Potensi pasar data center Indonesia dilihat masih sangat besar. Berdasarkan riset dari berbagai sumber, kapasitas data center di Indonesia baru mencapai 12,7 persen, atau sekitar 167MW.
 
“Penduduk Indonesia ada 270 juta jiwa. Jika dihitung berdasarkan pendapatan per kapita, itu hanya 0,6MW,” ungkap Angelo. Pertumbuhan data center, lanjutnya, juga diprediksi akan meningkat sekitar 22 persen setiap tahunnya.
 
AtriaDC merupakan penyedia layanan data center yang berada di bawah payung Saratoga Group. Mulai dibangun sejak 2019, mereka kini sudah memiliki tiga data center, dengan lokasi di Tangerang dan Jakarta Barat.
 
“Yang sudah beroperasi sekitar 1,5MW, dan bisa dibangun hingga 30MW,” lanjut Angelo. Ia menyebut pembangunan data center akan mengikuti permintaan pasar, dengan pembangunan satu gedung memerlukan waktu sekitar 12 bulan.
 
Terkait persaingan, Angelo menilai pasar data center Tanah Air sifatnya masih blue ocean. Ke depannya, mereka berencana untuk melanjutkan ekspansi, dengan akuisisi aset data center yang sudah ada.
 
Akuisisi ini mengacu pada kriteria milik mereka. Kemudian ada juga pembangunan data center baru. “Investasi sekitar USD100-150 juta dalam dua tahun, 2023-2024. Pendanaan dari berbagai sumber,” pungkas Angelo.
 
(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif