Foto: Dreamsea
Foto: Dreamsea

DREAMSEA dan PANDI Gelar Digitalisasi Aksara Nusantara

Cahyandaru Kuncorojati • 08 Maret 2021 17:47
Jakarta: Digitalisasi merupakan salah satu upaya preservasi dengan mengalihmediakan manuskrip ke dalam format digital untuk kemudian disajikan secara daring dengan akses terbuka.   
 
Salah satu kegiatan digitalisasi yang tengah dilakukan yaitu melalui program Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA). Program ini bertujuan mendigitalisasi naskah kuno di Asia Tenggara, khususnya terhadap manuskrip-manuskrip yang disimpan oleh masyarakat Indonesia.
 
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Centre for the Study of Manuscript Cultures (CSMC) University of Hamburg atas dukungan lembaga filantropis Arcadia Fund. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sinergi tersebut dituangkan dalam acara Webinar Series on Indonesian Digitised Manuscripts ke-4 dengan tema: "Manuskrip dan Digitalisasi Aksara Nusantara".
 
Para narasumber yang akan berbagi informasi dalam webinar ini merupakan tokoh inspiratif dalam bidang pelestarian manuskrip dan aksara Nusantara, yaitu Oman Fathurahman (Principal Investigator DREAMSEA, Pengampu NGARIKSA), Munawar Holil (Ketua Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara), Yudho Giri Sucahyo (Ketua Dewan Pengurus PANDI), dan Andi Alfian Mallarangeng (Pembina Yayasan Lontaraq Nusantara). 
 
Di pihak lain, Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) tengah berupaya  mendigitalisasi setiap aksara daerah yang ada di Indonesia agar dapat digunakan dalam berbagai platform digital.
 
Aksara daerah yang banyak terdokumentasikan dalam manuskrip kuno Nusantara menjadi sumber utama dalam proses digitalisasi aksara, namun, tidak banyak orang yang mampu membacanya.
 
Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang baik dengan pihak yang memiliki keahlian dalam pengkajian manuskrip. Dalam hal ini, Manassa sebagai satu-satunya lembaga profesi yang mengkhususkan diri dalam kajian manuskrip Nusantara menjadi jembatan pengetahuan naskah dan aksara Nusantara. 
 
Ketua PANDI, Yudho Giri Sucahyo menyebut bahwa promosi dan sosialisasi digitalisasi aksara Nusantara juga harus giat dilakukan. 
 
"Untuk mendukung program tersebut, PANDI siap bersinergi untuk kemudian bekerja sama dengan Manassa dan DREAMSEA untuk membahas upaya digitalisasi naskah, aksara Nusantara, serta peluang pemanfaatannya untuk mendukung kajian filologi di Indonesia," kata Yudho dalam keterangan persnya. 
 
Oman Fathurahman menyatakan dukungannya terhadap kegiatan digitalisasi manuskrip dan aksara Nusantara. Sejak 2017, DREAMSEA bekerja sama dengan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) dan berbagai komunitas budaya telah berhasil mendigitalkan 193.646 halaman manuskrip dari 58 koleksi milik masyarakat Indonesia. 
 
Webinar akan dilaksanakan secara langsung pada Rabu, 10 Maret 2021 melalui Facebook dan kanal YouTube DREAMSEA Project.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif