Uber dikabarkan akan melakukan IPO. (AFP PHOTO / JOSH EDELSON)
Uber dikabarkan akan melakukan IPO. (AFP PHOTO / JOSH EDELSON)

Uber Masukkan Dokumen untuk IPO

Teknologi uber
Ellavie Ichlasa Amalia • 10 Desember 2018 10:54
Jakarta:Pada hari Jumat, Uber memasukkan dokumen untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) ke Komisi Bursa dan Sekuritas Amerika Serikat.
 
Mereka melakukan ini dua hari setelah pesaing mereka, Lyft, melakukan hal yang sama. Ini memulai perlombaan dua perusahaan transportasi online untuk menjadi perusahaan publik.
 
Menurut informasi terbaru, valuasi Uber mencapai USD72 miliar. Meskipun begitu, dikabarkan, perusahaan berumur 10 tahun itu memperkirakan bahwa nilai perusahaan mereka akan dengan mudah mencapai USD120 miliar mengingat IPO mereka adalah salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Uber tidak segera menjawab ketika dimintai komentar, lapor TechCrunch. Didirikan pada 2009 oleh Travis Klanick, Uber mendapatkan hampir USD20 miliar dari hutang dan ekuitas, lapor PitchBook.
 
SoftBank telah menanamkan miliaran dollar ke Uber dan menjadi pemengang saham terbeasr. Beberapa investor utama Uber yang lain adalah T. Rowe Price, Fidelity, TPG Growth, dan Toyota, yang baru saja menanamkan investasi sebesar USD500 juta beberapa bulan lalu.
 
First Round Capital, Lowercase Capital, dan beberapa perusahaan lain akan mendapatkan untung besar jika Uber sukses untuk melakukan IPO mengingat mereka semua merupakan salah satu perusahaan modal ventura yang menanamkan investasi pada awal kemunculan Uber.
 
Pendaftaran dokumen ini sedikit lebih awal dari perkiraan. CEO Uber Dara Khosrowshahi sebelum ini mengatakan bahwa dia memperkirakan Uber akan melakukan IPO pada pertengahan 2019.
 
Namun, kabar terbaru ini menunjukkan bahwa Uber bisa selesai melakukan IPO pada kuartal pertama tahun depan.
 
"Uber harus menghadapi semua tantangan sebagai perusahaan publik, dengan perhatian tertuju pada kami, tanpa mendapatkan keuntungan sebagai perusahaan publik," Kata Khosrowshahi pada konferensi New York Times Dealbook pada 2018.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi