Mengutip Gizmochina, sensor ini memiliki ukuran besar 1/1,4 inci dan mampu menghasilkan foto ultra-clear setara panjang fokus 23mm maupun hasil foto resolusi tinggi setara 50mm. Tak hanya itu, sensor ini dilengkapi fitur Optical Image Stabilization (OIS) dengan standar CIPA level 4.5.
Sensor ini juga dilengkapi blue glass dan lapisan Zeiss T yang meningkatkan kontrol terhadap silau dan ghosting. Langkah ini menandai upgrade signifikan dari seri X200 yang masih menggunakan sensor Sony IMX921.
Dengan sensor lebih besar dan resolusi lebih tinggi, Vivo X300 diprediksi akan mampu menciptakan foto malam dan detail konsisten dalam berbagai kondisi pencahayaan. Menurut laporan tipster Digital Chat Station, modul periscope telephoto X300 dilengkapi sensor Sony IMX885 berukuran 1/2 inci.
Modul ini dilengkapi dengan panjang fokus setara 70mm dan zoom optik 3x, serta menggunakan struktur prisma lipat atau light-folding prism, rancangan efisien ruang dan mendukung mode macro telephoto.
Sementara itu, kamera ultrawide dikabarkan memiliki resolusi 50MP. Kendati belum dikonfirmasi jenis sensor yang digunakan, rumor yang beredar menyebut kamera Vivo seri X300 berpotensi menggunakan sensor Samsung JN1 atau JN5.
Vivo X300 dan varian X300 Pro diprediksi akan diluncurkan bersamaan pada bulan Oktober 2025. Keduanya dikabarkan merupakan smartphone pertama di dunia yang menggunakan chipset MediaTek Dimensity 9500.
Bocoran lain yang menyebut Vivo X300 Pro akan membawa sensor utama Sony LYT‐828 beresolusi 50MP (1/1,3 inci), dilengkapi kamera ultrawide 50MP, dan periskop telephoto 200MP, dengan lensa bermerek Zeiss.
Sebagai informasi, chipset Dimensity 9500 dibangun dengan proses 3 nm dan menjanjikan performa tangguh, terutama pada grafik dan AI. Peluncuran ini merupakan tindak lanjut dari generasi X200, dengan layar besar.
Vivo X300 dilaporkan akan hadir dengan layar berukuran lebih ringkas 6,3 inci, ideal bagi pengguna yang mengutamakan penggunaan satu tangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News