Kirin sudah memiliki prosesor buatannya sendiri yaitu Kirin buatan pabrik mereka sendiri bernama HiSilicon.
Kirin sudah memiliki prosesor buatannya sendiri yaitu Kirin buatan pabrik mereka sendiri bernama HiSilicon.

Intel dan Qualcomm Bakal Ikut Tinggalkan Huawei?

Teknologi huawei intel qualcomm
Cahyandaru Kuncorojati • 20 Mei 2019 14:19
Jakarta: Google bukan satu-satunya perusahaan yang dikabarkan memutus dukungan teknologi ke Huawei meskipun sebenarnya mereka belum melakukannya secara serius. Kabar terbaru menyebut Intel dan Qualcomm akan mengambil langkah yang sama.
 
Dikutip dari The Verge, kedua perusahaan pembuat prosesor ini akan menunda dukungan atau kerja sama dengan Huawei hingga pemberitahuan selanjutnya.
 
Intel disebut akan menghentikan dukungan prosesor yang selama ini digunakan pada produk laptop buatan Huawei, yaitu seri MateBook. Sementara Qualcomm juga dikabarkan akan berhenti menyuplai modem yang selama ini juga digunakan pada laptop Huawei.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Analis dari firma Rosenblatt Securities Inc, Ryan Koontz, menilai langkah kedua perusahaan semikonduktor tersebut akan membuat Huawei cukup kesulitan. Dia menganggap, Huawei masih bergantung pada perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat saat ini.
 
Padahal, Huawei sebetulnya sudah mampu menciptakan prosesor sendiri. Salah satunya adalah Kirin yang diciptakan oleh pabrik bernama HiSilicon, yang masih anak perusahaan dari Huawei.
 
Kirin sudah digunakan oleh Huawei pada jajaran smartphone seri high-end. Teknologi prosesor tersebut sudah pernah digunakan pada Huawei Mate 10 untuk menggerakkan mobil otonom. Kirin juga dianggap sebagai pesaing berat dari Qualcomm Snapdragon.
 
Mengingat Qualcomm sendiri telah mengembangkan prosesor mobile untuk laptop Windows, kemungkinan besar Kirin buatan Huawei juga bisa mengejar langkah Qualcomm. Itu artinya, mereka tidak akan terlalu bermasalah apabila ditinggalkan oleh Qualcomm dan Intel.
 
Dari sini, banyak pihak yang menilai bahwa industri semikonduktor atau prosesor akan menjadi pihak yang paling dirugikan. Pihak Huawei dan perusahaan semikonduktor lainnya yang selama ini saling bekerja sama akan sama-sama mengalami kerugian.
 
Namun, sekali lagi Huawei menyatakan dirinya sudah siap untuk mengatasi msalah ini seperti yang diungkap oleh pendirinya, Ren Zhengfei. Huawei dikabarkan juga sudah mempersiapkan sistem operasi pengganti Android dan Windows, dikutip dari The Verge.
 
Microsoft belum memberikan jawaban atas kabar ini, terutama langkah pemerintah Amerika Serikat. Kemungkinan besar mereka juga akan mematuhi kebijakan pemerintah di negara asalnya, dengan mempertimbangkan dukungan untuk penggunanya yang sudah ada saat ini.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif