Ilustrasi kecerdasan buatan.
Ilustrasi kecerdasan buatan.

Kecerdasan Buatan Bisa Buat Jutaan Orang Menganggur

Ellavie Ichlasa Amalia • 28 Desember 2016 13:36
medcom.id: Sementara masyarakat Indonesia sibuk menanggapi ramainya tenaga kerja asal Tiongkok yang masuk Tanah Air, Amerika Serikat khawatir masyarakatnya akan kehilangan pekerjaan karena tergantikan oleh robot.
 
Menurut laporan dari Gedung Putih, meningkatnya popularitas teknologi kecerdasan buatan (AI) akan mendorong jutaan orang kehilangan pekerjaan, terutama di kalangan pekerja yang kurang berpendidikan. Hal ini akan memperbesar jurang yang memisahkan si miskin dan si kaya. 
 
Pada saat yang sama, teknologi AI memiliki peran penting untuk meningkatkan pertumbuhan produktivitas, yang merupakan salah satu parameter kunci untuk menghitung efisiensi sebuah negara membuat sebuah produk.

Seperti yang disebutkan oleh Washington Post, hal ini dapat mendorong meningkatnya upah rata-rata dan jam kerja yang lebih pendek. Karena itu, pemerintah AS justru merasa bahwa mereka memerlukan lebih banyak AI.
 
Untuk menekan dampak negatif dari penggunaan AI, laporan dari Gedung Putih menyebutkan, pemerintah federal harus memudahkan masyarakat untuk mengakses edukasi di bidang teknis dan meningkatkan jumlah yang dibayarkan pemerintah pada pengeangguran.
 
Rekomendasi regulasi tersebut, yang telah dibuat oleh pemerintahan Obama, dapat mengatasi besarnya pengangguran yang muncul dan membantu orang-orang yang kehilangan pekerjaan karena perubahan ekonomi yang terjadi.
 
Beberapa tahun belakangan, telah ada berbagai studi untuk memperkirakan berapa banyak pengangguran yang muncul karena pekerjaannya diambil alih oleh AI. Tahun 2016, Studi dari Organisasi untuk Pengembangan dan Kerja Sama Ekonomi memperkirakan bahwa 9 persen pekerjaan akan digantikan oleh robot dalam waktu 2 dekade ke depan.
 
Sementara itu, dalam studi yang diadakan pada 2013, dua akademisi dari Oxford University menyebutkan, akan ada 47 persen pekerjaan yang diambil alih oleh AI.
 
Angka yang jauh berbeda ini menunjukkan bahwa dampak yang ditimbulkan oleh AI hanya berupa spekulasi. Dalam beberapa industri, seperti transportasi dan pertanian, teknologi diterima dengan tangan terbuka, sementara di beberapa bidang lain, adopsi teknologi terlihat lambat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan