Ilustrasi BTS 4G.
Ilustrasi BTS 4G.

Ingin Berikan 4G, STI akan Remajakan Merek Ceria

Teknologi sampoerna telekomunikasi
Ellavie Ichlasa Amalia • 24 Februari 2017 18:12
medcom.id, Jakarta:Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) akan meluncurkan layanan 4G LTE pada bulan April mendatang. Saat ini, mereka telah mendapatkan izin untuk menggelar 4G LTE secara nasional pada frekuensi 450 Mhz.
 
“Setelah melakukan persiapan selama beberapa periode, STI terlihat bersungguh-sungguh untuk menghadirkan sebuah layanan 4G LTE yang dapat diandalkan. Komitmen inilah yang sudah kami lihat buktinya selama berlangsungnya Uji Laik Operasi (ULO) di Serang," ujar Gunawan Hutagalung, Koordinator Tim Uji Laik Operasi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informasi.
 
Saat ini, di dunia, terdapat setidaknya 20 operator CDMA 450 Mhz yang akhirnya memutuskan untuk berevolusi ke 4G LTE. Frekuensi 450 Mhz sendiri memiliki kelebihan berupa jangkauan sinyal yang luas. Digabungkan dengan teknologi 4G yang menawarkan kecepatan internet tinggi, maka hal ini akan menguntungkan pihak operator.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menggabungkan 4G dengan frekuensi 450 Mhz memungkinkan operator untuk melayani orang-orang yang berada di wilayah yang secara geografis sulit dijangkau atau kawasan yang membutuhkan biaya besar untuk dilayani. Dengan begitu, akan semakin banyak orang yang menggunakan internet.
 
Biasanya, frekuensi 450 Mhz digunakan untuk melayani kawasan pedesaan atau pasar tertentu saja, seperti korporasi atau M2M (Machine-to-Machine). Karena itulah, selain pasar retail, STI juga mempertimbangkan untuk mengamati perkembangan pasar B2B di kawasan pelosok, seperti perkebunan dan pertambangan.
 
"Jangkauan sinyal 4G LTE 450Mhz dapat mencapai lebih dari 100km. Dengan karakteristik ini, STI akan lebih fokus membawa layanan 4G LTE ke daerah yang high demand low supply," kata Larry Ridwan, Chief Executive Officer STI. Dia menjelaskan, saat ini, STI sedang mempersiapkan infrastruktur, produk dan pemasaran. Selain itu, mereka juga hendak meremajakan merek dagang Ceria.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif