WhatsApp menguji layanan backup cloud sendiri di iPhone untuk mengurangi ketergantungan pada iCloud dengan enkripsi end-to-end bawaan.
WhatsApp menguji layanan backup cloud sendiri di iPhone untuk mengurangi ketergantungan pada iCloud dengan enkripsi end-to-end bawaan.

WhatsApp Siapkan Backup Cloud Sendiri di iPhone, Kurangi Ketergantungan pada iCloud

Lufthi Anggraeni • 15 Juli 2026 08:05
Ringkasnya gini..
  • WhatsApp menguji layanan backup cloud miliknya untuk iPhone sebagai alternatif penyimpanan selain iCloud.
  • Pengguna mendapat 2GB gratis, paket 50GB sekitar Rp16.000 per bulan, dan opsi 1TB sedang dikembangkan.
  • Backup WhatsApp akan memakai enkripsi end-to-end secara default dan berpotensi mempermudah migrasi lintas platform.
Jakarta: WhatsApp dilaporkan tengah mengembangkan layanan pencadangan atau backup berbasis cloud miliknya untuk pengguna iPhone. Fitur ini berpotensi menjadi solusi bagi pengguna iOS yang selama ini bergantung pada kapasitas penyimpanan iCloud untuk menyimpan riwayat percakapan WhatsApp.
 
Informasi tersebut ditemukan dalam versi beta WhatsApp untuk iOS oleh WABetaInfo. Jika resmi dirilis, pengguna iPhone akan memiliki opsi baru untuk menyimpan cadangan chat tanpa sepenuhnya mengandalkan layanan iCloud milik Apple.
 
Sebagai informasi, selama ini, seluruh cadangan WhatsApp di iPhone disimpan melalui iCloud. Kondisi tersebut sering menjadi kendala karena Apple hanya menyediakan kapasitas iCloud gratis sebesar 5GB, yang juga digunakan untuk menyimpan foto, video, dokumen, serta data aplikasi lainnya.

Akibatnya, kapasitas ruang penyimpanan tersebut cepat habis, terutama bagi pengguna dengan aktivitas berkirim media yang tinggi. Berdasarkan kode yang ditemukan pada WhatsApp iOS beta versi 26.28.10.16, nantinya pengguna dapat memilih penyedia layanan backup langsung melalui menu pengaturan pencadangan chat.
 
Kendati demikian, iCloud tetap akan menjadi opsi bawaan atau default bagi pengguna yang tidak mengubah pengaturan tersebut. Layanan cloud baru milik WhatsApp ini disebut akan menawarkan beberapa pilihan kapasitas penyimpanan.
 
Pengguna akan memperoleh ruang gratis sebesar 2GB. Selain itu, tersedia paket berbayar 50GB dengan biaya sekitar USD0,99 per bulan atau sekitar Rp16.000, serta opsi kapasitas hingga 1TB yang dikabarkan masih dalam tahap pengembangan.
 
Skema harga tersebut disebut serupa paket iCloud+ termurah yang ditawarkan Apple. Menariknya, konsep ini bukan pertama kali muncul. Sebelumnya, fitur serupa juga ditemukan dalam versi beta WhatsApp untuk Android pada April lalu.
 
Kehadiran layanan cloud milik WhatsApp menunjukkan upaya Meta untuk menghadirkan sistem pencadangan lintas platform yang tidak bergantung pada ekosistem Apple maupun Google. Apabila implementasinya berjalan sesuai rencana, layanan tersebut dapat mempermudah pengguna yang sering berpindah perangkat antara iPhone dan smartphone Android.
 
Saat ini, proses migrasi riwayat percakapan masih bergantung pada layanan cloud masing-masing platform sehingga terkadang membuat perpindahan data menjadi lebih rumit. Selain fleksibilitas, WhatsApp juga menjanjikan peningkatan aspek keamanan.
 
Berbeda dengan backup melalui iCloud yang memerlukan aktivasi fitur Advanced Data Protection agar memperoleh enkripsi end-to-end, seluruh data yang disimpan pada layanan cloud WhatsApp dikabarkan akan menggunakan enkripsi end-to-end secara default.
 
WhatsApp bahkan disebut akan merekomendasikan penggunaan passkey sebagai metode autentikasi tambahan untuk melindungi cadangan data pengguna. Dengan demikian, perlindungan data tidak lagi bergantung pada pengaturan keamanan iCloud, melainkan menjadi bagian bawaan dari sistem backup WhatsApp.
 
Kendati menawarkan sejumlah keuntungan, terdapat satu konsekuensi yang perlu pengguna perhatikan. Jika memilih menggunakan layanan cloud WhatsApp, data cadangan akan berada di server milik WhatsApp atau Meta, bukan lagi di iCloud.
 
Hal ini berarti pengguna harus mempercayakan penyimpanan data kepada Meta, meskipun perusahaan teknologi tersebut mengklaim seluruh data backup akan tetap terlindungi dengan enkripsi end-to-end.
 
Hingga kini, Meta belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi fitur tersebut. Seluruh informasi yang beredar masih berasal dari analisis kode pada versi beta sehingga detail implementasi, harga, maupun kapasitas penyimpanan masih dapat berubah sebelum dirilis secara luas. 
 
Jika akhirnya tersedia untuk seluruh pengguna, layanan backup cloud mandiri ini berpotensi menjadi salah satu perubahan terbesar WhatsApp di ekosistem iPhone. Selain membantu menghemat ruang iCloud, fitur tersebut juga dapat menyederhanakan proses perpindahan data antar platform sekaligus menghadirkan standar keamanan lebih konsisten untuk cadangan percakapan pengguna.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA