Shermine Gotfredsen, General Manager, Universal Robots, Asia Tenggara dan Oseania
Shermine Gotfredsen, General Manager, Universal Robots, Asia Tenggara dan Oseania

Mempersiapkan Indonesia untuk Era Otomasi

Teknologi teknologi robotic robot universal robots
Mohammad Mamduh • 05 September 2018 10:57
Jakarta: Revolusi Industri Keempat atau Industry 4.0 secara cepat mentransformasi perekonomian Asia Tenggara melalui teknologi-teknologi disruptif seperti otomasi robotik.
 
Dengan potensi menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-10 di dunia pada tahun 2030, Indonesia harus segera memanfaatkan peluang otomasi agar bisa tetap kompetitif.
 
Federasi Robotik Internasional (International Federation of Robotics) menempatkan Indonesia di urutan terbawah di kawasan ini, dalam hal penerapan otomasi pada tahun 2016, dengan densitas robot sebesar 5 robot industri per 10.000 karyawan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indonesia juga berada di posisi paling buncit dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya dalam Global Innovation Index 2017. Untuk mendorong adopsi otomasi, perlu ada inisiatif inovasi di sektor publik dan swasta. Pemerintah juga perlu mengeluarkan anggaran lebih besar untuk penelitian dan pengembangan.
 
Dalam pergerakannya ke arah yang tepat, pemerintah meluncurkan peta jalan (roadmap) bertajuk “Making Indonesia 4.0” untuk mengadopsi otomasi dan menyiapkan bangsa ini untuk memasuki era Industry 4.0. Jika berhasil, Indonesia dapat mewujudkan pertumbuhan PDB sebesar 6 persen hingga 7 persen dari tahun 2018 hingga 2030.
 
Industri manufaktur akan menyumbang antara 21 persen hingga 26 persen PDB pada tahun 2030. Penciptaan lapangan kerja berkat adanya roadmap ini diperkirakan akan mencapai 19 juta pada tahun 2030.
 
Karena negara menargetkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inovasi, perusahaan-perusahaan harus dapat memahami cara memanfaatkan inovasi yang ada di pasaran guna mempersiapkan diri untuk memasuki era otomasi.
 
Memahami dan Menerapkan Otomasi
Otomasi memiliki potensi untuk merevolusi industri-industri penting di Indonesia, termasuk industri makanan dan minuman (F&B), otomotif, tekstil, elektronik dan bahan kimia.
 
Inovasi-inovasi teknologi saat ini menawarkan peluang yang tepat bagi perusahaan-perusahaan agar tetap kompetitif di tengah meningkatnya biaya operasional dan pergeseran tuntutan ekonomi.
 
Saat memutuskan untuk melakukan otomasi, perusahaan-perusahaan harus terlebih dahulu mengidentifikasi proses-proses yang akan diuntungkan. Mereka dapat memulai dengan proyek yang paling sederhana dan paling hemat biaya, yang membutuhkan sedikit perubahan pada lini produksi.
 
Jika perubahan diperlukan, biaya tambahan yang dikeluarkan harus berbanding lurus dengan manfaat dan nilai jangka Panjang yang diraih.
 
Memilih teknologi yang ideal sangat penting. Solusi otomasi yang fleksibel harus dipertimbangkan karena hal tersebut akan memungkinkan perusahaan untuk memenuhi perubahan kebutuhan pelanggan.
 
Dengan begitu, mereka dapat dengan mudah melakukan konfigurasi ulang terhadap ruang kerja mereka untuk keperluan produksi dan proses.
 
Solusi dengan langkah-langkah keamanan yang tersertifikasi, yang membuat karyawan dapat bekerja berdampingan dengan teknologi-teknologi ini secara aman, harus diprioritaskan.
 
Pelatihan yang memadai juga harus diberikan kepada para pekerja guna memastikan mereka dapat menangani proses-proses otomatis yang baru.
 
Membuat Otomasi Mudah Diakses
Teknologi-teknologi baru dalam otomasi robotik, khususnya robot kolaboratif (cobot), yaitu robot yang bekerja berdampingan dengan manusia, menawarkan manfaat yang tak terbatas bagi perusahaan.
 
Cobot memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi biaya, produktivitas, dan kualitas output/hasil sekaligus meringankan beban tugas-tugas berat dan berulang bagi karyawan.
 
Cobot membuat otomasi dapat diakses oleh perusahaan-perusahaan dari berbagai skala. Teknologi ini lebih murah dibandingkan robot industri tradisional dan dapat diimplementasikan dengan cepat dan mudah.
 
Biaya pengoperasiannya pun rendah karena perusahaan tidak perlu melakukan perombakan besar dalam fasilitas produksinya. Selain itu, teknologi ini meningkatkan produktivitas, menaikkan output per pekerja sebanyak 30% di sektor manufaktur.
 
JVC Electronics Indonesia (JEIN), perusahaan yang memproduksi perangkat audio-visual dan navigasi mobil di Karawang, memasang cobot keluaran Universal Robots tanpa mengubah ruang kerja perusahaan.
 
Bentuk cobot yang kecil, ringan, dan mudah dibawa melengkapi fasilitas produksi perusahaan, yang dari segi ruangan sangat terbatas. Dengan implementasi cobot tersebut, JEIN dapat meraih peningkatan produktivitas dan kualitas kinerja, serta melakukan pengurangan biaya operasional tahunan sebesar lebih dari USD80.000.
 
Cobot juga memiliki fitur-fitur keamanan yang disempurnakan. Mayoritas cobot di pabrik JEIN beroperasi tanpa perlu pengaman khusus (setelah melalui penilaian risiko) karena memiliki sistem keamanan yang telah dipatenkan.
 
Ini memungkinkan karyawan untuk bekerja berdampingan dengan cobot secara aman. Cobot juga membebaskan para pekerja dari tugas-tugas dengan risiko tinggi.
 
Cobot memberikan kemudahan pemrograman dan integrasi ke dalam aplikasi yang sudah ada. Tim teknik JEIN telah berhasil memasang dan belajar mengoperasikan cobot dalam jangka waktu singkat, meskipun mereka relatif baru dalam hal robotik.
 
Prospek Otomasi di Indonesia
Dengan otomasi robotic, para pekerja kesempatan untuk berfokus pada tugas-tugas yang membutuhkan keahlian dan kualitas lebih tinggi, dan dengan penawaran gaji yang lebih besar.
 
Otomasi juga mendorong penciptaan pekerjaan karena keterampilan baru dibutuhkan untuk mengoperasikan robot.
 
Hal ini akan memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan negara karena otomasi meningkatkan ekspor, menciptakan pekerjaan dengan tingkat keterampilan yang lebih tinggi, serta pada akhirnya meningkatkan kelayakan kerja karena lebih banyak pekerja akan dilengkapi dengan keterampilan teknis yang lebih tinggi.
 
Untuk Indonesia, Industry 4.0 menghadirkan peluang yang luar biasa untuk melompati banyak tahap pengembangan, sehingga mempercepat perjalanan bangsa menjadi negara yang kompetitif.
 
Guna merealisasikan potensi pertumbuhan Industry 4.0, perusahaan perlu mengadopsi otomasi seiring negara ini mulai menjalani roadmap “Making Indonesia 4.0”.
 
Shermine Gotfredsen,General Manager, Universal Robots, Asia Tenggara dan Oseania
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif