Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jerman Ikut Larang Penggunaan Zoom

Teknologi jerman cyber security
Cahyandaru Kuncorojati • 09 April 2020 08:10
Jakarta: Jerman ikut menaruh perhatian kepada Zoom terkait masalah keamanan dan privasi penggunanya. Negara ini mengikut langkah Taiwan untuk melarang pengguna aplikasi video conference tersebut digunakan oleh jajaran pemerintahan di negara tersebut.
 
Jerman menjadi negara kedua setelah Taiwan yang melarang penggunaan Zoom di negaranya. Laranagan ini diketahui setelah memo dari Kementerian Luar Negeri Jerman merilis memo internal kepada seluruh lembaga pemerintahan yang lain.
 
Dikutip dari Tech Radar, media lokal Handeslblatt mengatakan bahwa kebijakan yang diambil Kementerian Luar Negeri Jerman mungkin akan sulit diterapkan. Banyak dari mitra atau kolega internasional kementerian ini yang sudah terbiasa menggunakan aplikasi Zoom untuk berkomunikasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Pemerintah Taiwan Mengimbau Berhenti Gunakan Zoom
 
"Berdasarkan laporan media dan temuan kami, kami berpendapat bahwa software Zoom memiliki kelamahan yang buuk dan masalah keamanan serta pelindungan data yang serius," tulis kementerian Luar Negeri Jerman yang melalui memo yang dibagikan.
 
Pemerintahan di Jerman diingatkan untuk sebisa mungkin tidak menggunakan layanan video conference tersebut saat membahas sesuatu yang bersifat private atau rahasia negara. Mereka sendiri tidak memberikan contoh aplikasi selain Zoom yang bisa digunakan sebagai alternatif.
 
Hal serupa sudah dilakukan lebih dulu oleh Taiwan. Kemarin pemerintah Taiwan dengan tegas melarang penggunaan aplikasi Zoom, Mereka dengan jelas menyebut pemerintah dan sipil diimbau menggunakan aplikasi dari Microsoft dan Google yang dinilai lebih baik di apsek keamanan data dan privasi.
 
Baca: Begini Cara Pakai Layanan Konferensi Video Zoom
 
Taiwan mulai mengambil sikap tegas setelah beredar laporan yang menemukan jalur komunikasi dari pengguna Zoom sempat dialihkan melalui server di Tiongkok, Mengingat sentimen Taiwan terhadap Tiongkok maka pemerintah dan masyarakat negara tersebut takut komunikasi mereka dimata-matai.
 
Di tengah kepopuleran Zoom di masa pandemi Covid-19 atau virus Korona yang membuat harga sahamnya naik, aplikasi ini mulai dikritisi terkait berbagai fitur yang ternyata memiliki celah keamanan. CEO Zoom, Eric S. Yuan mengakui bahwa perusahaan mereka tumbuh besar secara mendadak sehingga mereka belum siap untuk meningkatkan layanannya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif