Raja Koduri, Mantan Bos Grafis AMD Hijrah ke Intel
Raja Koduri kini mengomandani divisi grafis Intel
medcom.id: Berita mengejutkan kali ini datang dari Intel. Mantan Senior VP sekaligus Chief Architect Radeon Technologies Group (RTG), Raja Koduri, kini sudah resmi bekerja untuk Intel.

Kemarin Raja baru saja mengumumkan kepergiannya dari AMD. Ia bahkan meninggalkan pesan khusus untuk koleganya di RTG dan AMD.

Menurut informasi di situs resmi Intel, Raja akan menjadi Chief Architect sekaligus Senior Vice President untuk divisi baru Intel bernama Core and Visual Computing Group.


Melalui posisi barunya di Intel, Raja bakal mengomandani divisi baru tersebut untuk mengembangkan teknologi grafis Intel, mulai dari teknologi grafis terintegrasi dan tenologi grafis kelas atas.

"Raja merupakan salah satu sosok yang paling berpengalaman, paling inovatif, dan paling dihormati di industri komputer visual. Ia juga merupakan salah satu orang yang terbaik di Intel saat ini," ujar Murthy Renduchintala, Chief Engineering Officer sekaligus Group President untuk Client and Internet of Things Businesses and System Architecture di Intel.

"Kami memiliki rencana yang sangat menarik ke depan untuk mengembangkan teknologi grafis komputer lebih jauh lagi. Dengan raja sebagai komandan, kami yakin akan mampu menghasilkan produk terbaik sehingga menjadi pemimpin di industri grafis komputer."

Raja Koduri merupakan salah satu sosok fenomenal di dunia teknologi komputasi grafis. Selain pernah bekerja untuk AMD dan RTG, ia juga pernah bekerja untuk Apple. Raja juga merupakan alasan mengapa Apple sangat dekat dengan AMD hingga saat ini.

Raja juga merupakan sosok penggebrak industri grafis melalui berbagai produk kartu grafis seperti Radeon RX 480 yang merupakan kartu grafis VR termurah, hingga Radeon RX Vega yang merupakan kartu grafis gaming pertama yang menggunakan teknologi HBM2.

Masuknya Raja ke Intel dipastikan akan membuat perubahan baru pada teknologi grafis komputer. Selama ini, teknologi grafis komputer Intel memang bisa dikatakan sangat tertinggal. Intel HD Graphics tidak bisa bersaing dengan chip grafis buatan NVIDIA dan AMD.

Melihat pasar grafis komputer yang semakin besar, Intel memang harus segera mengambil langkah agar tidak semakin tertinggal. Kehadiran Raja adalah jawaban Intel untuk itu.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.