Huawei sempat masuk daftar hitam. (Photo by Adrian DENNIS / AFP)
Huawei sempat masuk daftar hitam. (Photo by Adrian DENNIS / AFP)

Huawei Pecat 600 Karyawan di Fasilitas Riset AS

Ellavie Ichlasa Amalia • 24 Juli 2019 08:17
Jakarta: Huawei merumahkan lebih dari 600 orang dari divisi riset mereka di Amerika Serikat, Futurewei, yang memiliki total 850 peneliti. Hal ini mereka lakukan setelah Departemen Perdagangan melarang perusahaan AS bertransaksi dengan perusahaan asal Tiongkok itu. 
 
Divisi riset Huawei tersebar di empat negara bagian, yaitu California, Illinois, Texas, dan Washington. Tahun lalu, total biaya operasi fasiltias riset itu mencapai USD510 juta, ungkap Huawei. Sebagian para pekerja tahu bahwa mereka akan dipecat pada minggu ini, menurut laporan CNET
 
"Keputusan seperti ini tidak pernah mudah untuk dibuat," kata juru bicara Huawei. "Pekerja yang dianggap pantas akan mendapatkan pesangon, termasuk gaji dan keuntungan lainnya. Futurewei akan terus beroperasi sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah AS."

Pemerintah AS memasukkan nama Huawei ke dalam Daftar Entitas, yang dianggap membahayakan keamanan nasional.
 
Keputusan ini diresmikan setelah President AS Donald Trump menandatangani keputusan presiden untuk melarang kerja sama dengan Huawei karena perusahaan itu disebutkan memiliki hubungan erat dengan pemerintah Tiongkok, walau klaim itu terus Huawei bantah. 
 
Masuknya Huawei dalam Daftar Entitas mencegah perusahaan AS menjual perangkat dan komponen untuk Huawei. Ini berarti, Futurewei tidak bisa memindahkan teknologi sensitif dari AS ke Tiongkok.
 
Seorang pekerja di Futurewei berkata, Huawei meminta semua pekerjanya untuk mengunggah data ke cloud sebelum pemerintah AS menetapkan larangan dagang. Setelah itu, sebagian besar operasi perusahaan terhenti. 
 
Bulan lalu, Trump berjanji bahwa dia akan memperingan larangan dagang ke Huawei karena dia berusaha kembali berdiskusi tentang kerja sama dagang antara AS dan Tiongkok.
 
Pihak pemerintah mengonfirmasi bahwa Huawei bisa beroperasi seperti biasa, jika mereka bisa mendapatkan lisensi dan tidak membahayakan keamanan nasional AS. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan