Erwin Sukiato, Country Manager, Cloudera Indonesia
Erwin Sukiato, Country Manager, Cloudera Indonesia

Kunci Tata Kelola Data Demi Berikan Nilai di Industri dengan Regulasi Ketat

Mohammad Mamduh • 17 April 2023 16:57
Jakarta: Kenaikan suku bunga, inflasi, dan penurunan ekonomi global telah menciptakan lingkungan makroekonomi yang menantang.
 
Data terbaru dari The International Monetary Fund menunjukkan bahwa lima ‘powerhouse’ utama di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand, serta India diperkirakan akan mengalami perlambatan ekonomi hingga 2024.
 
Perlambatan ini kemungkinan akan membuat perusahaan-perusahaan mengencangkan ikat pinggang sebagai Langkah antisipasi. Jajak pendapat IDC pada Desember 2022 menunjukkan bahwa 49 persen CIO diperkirakan akan mengurangi anggaran IT yang agresif untuk mendanai inisiatif/proyek baru pada 2023.
 
Perubahan pada pengeluaran ini menyoroti perlunya perusahaan untuk meningkatkan komitmen peningkatan efisiensi dan optimalisasi. Perusahaan-perusahaan dapat meningkatkan kedua hal ini dengan memanfaatkan data guna membuat keputusan bisnis yang lebih baik, menginformasikan pelajaran yang diambil dengan lebih cepat, dan berinovasi dengan lebih baik.
 
Membangun fondasi untuk mempercepat inovasi data
Industri dengan regulasi yang ketat seperti layanan kesehatan, layanan keuangan, dan sektor publik, semuanya menghadapi tantangan serupa dalam hal menggunakan data mereka, yang mencakup akurasi data, waktu yang dibutuhkan untuk meraih nilai dari data, serta platform dan sistem yang berbeda.
 
Sangat penting untuk diingat bahwa insight perusahaan tergantung pada data yang digunakan. Dengan data yang usang dan/atau tidak akurat, banyak perusahaan merasa sulit untuk melihat ke depan dan tidak dapat membuat keputusan bisnis yang tepat.

Dengan mengintegrasikan sumber data yang berbeda-beda dengan kemampuan untuk mengatur data di mana pun data disimpan atau berada, perusahaan-perusahaan dapat menghilangkan data yang terkotak-kotak, mencegah keterbatasan akses data, dan menghindari hambatan kecepatan akses. Perusahaan dengan strategi data yang efektif dapat meningkatkan inovasi dan kolaborasi lintas fungsi, dan memanfaatkan insight berbasis data untuk meraih keunggulan kompetitif.
 
Pengelolaan data yang lebih baik juga dapat digunakan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan ketika perusahaan-perusahaan dapat menyaring insight yang lebih terperinci, secara real-time bila diperlukan, yang merupakan bagian penting dari praktik bisnis di industri dengan regulasi yang ketat.
 
Memanfaatkan kekuatan data, kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (ML) membantu perusahaan-perusahaan mengidentifikasi risiko kepatuhan dengan lebih baik, mengurangi kesalahan selama pelaporan, dan mengotomatiskan tugas yang repetitif, sehingga karyawan bisa fokus pada pelaksanaan aktivitas-aktivias yang bernilai lebih tinggi.
 
Contohnya adalah BRI, yang menggunakan AI dan ML untuk mendukung layanan deteksi penipuan secara real-time (BRIForce), mengotomatiskan proses yang menyoroti anomali yang ditemukan dalam rangkaian kejadian yang datang dari banyak titik akses pelanggan, sehingga proses yang sebelumnya memerlukan waktu dua bulan menjadi hanya beberapa detik saja.
 
Hasilnya, BRI mampu meningkatkan kemampuan deteksi penipuannya, sehingga mengurangi kasus penipuan sebesar 40 persen-- hal ni membantu bank mematuhi regulasi keuangan dengan lebih baik.
 
Memanfaatkan AI dan ML dengan cara ini mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan kontrol hingga ke bagian terkecil dari seluruh data dalam jumlah besar di seluruh lingkungan dalam skala besar. Ini adalah fitur yang hanya mungkin dilakukan dengan menggunakan arsitektur data modern.
 
Sangat penting untuk dapat mengelola metadata, beban kerja data, dan aplikasi data secara efisien antara on-premise dan di cloud, sambil mengontrol aliran data di mana pun data berada. Dengan begitu, akses dan analitik data akan terjadi secara konsisten, sederhana, aman, dan dapat ditingkatkan di seluruh organisasi sekaligus mengurangi data terkotak-kotak.
 
Mengelola data di lingkungan hybrid dan multi-cloud, menciptakan strategi data yang baik, menganalisis data, dan memastikan kepatuhan dapat membantu perusahaan-perusahaan tetap unggul dalam persaingan. Tata kelola data adalah kunci untuk menjaga area ini bekerja secara harmonis dalam jangka panjang.
 
Karena industri di seluruh dunia terus fokus pada penggunaan AI, berbagai perusahaan - terutama yang berada di industri dengan regulasi yang ketat - harus memastikan bahwa data yang digunakan untuk mendukung inovasi ini diatur dengan baik dan mematuhi peraturan privasi, sehingga model penggunaannya bebas dari bias, dan tidak menghadirkan masalah keamanan serta akuntabilitas.
 
IDC memprediksikan bahwa 55 persen perusahaan layanan kesehatan Asia Pasifik akan memiliki kerangka kerja tata kelola data untuk mengelola penggunaan AI secara etis dalam perawatan kesehatan pada tahun 2026.
 
Jelas sekali bahwa perusahaan-perusahaan di industri dengan regulasi yang ketat dapat memulai dengan menerapkan platform data hybrid yang memiliki kemampuan keamanan dan tata kelola terintergrasi untuk mendukung penggunaan data yang aman, sah, dan tepat.
 
Meningkatkan tata kelola data untuk menangkap peluang dan memaksimalkan sumber daya
Tanpa praktik tata kelola data yang tepat, perusahaan-perusahaan akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk memverifikasi, membersihkan, dan memproses data yang tidak akurat, tidak lengkap, atau rusak.
 
Hal ini tidak hanya membuang-buang sumber daya tetapi menghambat perusahaan meningkatkan upaya data untuk memanfaatkan analitik real-time yang canggih, membuat mereka tidak yakin apakah mereka dapat "mempercayai" data dalam membuat keputusan.
 
Untuk mencapai tata kelola data yang efektif, perusahaan-perusahaan harus membongkar data yang terkotak-kotak dan menanamkan kesadaran kepada karyawan tentang pentingnya penggunaan data yang tepat.
 
Perusahaan-perusahaan harus terus memberi informasi kepada manajemen senior dan meyakinkan mereka tentang manfaat tata kelola data yang baik sehingga mereka tetap berkomitmen untuk membangunnya di seluruh perusahaan.
 
Pemimpin bisnis harus bertindak sebagai pelayan dan memainkan peran mereka dalam menjaga kualitas data yang baik, yang harus dipegang pada standar yang lebih tinggi di industri dengan regulasi yang ketat.
 
Salah satu cara paling efektif dan hemat biaya untuk menerapkan tata kelola data yang baik adalah menerapkan platform yang memiliki protokol keamanan dan tata kelola yang terintegrasi.
 
Pendekatan tata kelola terpusat ini memfasilitasi kepatuhan dan memanfaatkan akses data layanan mandiri untuk semua pengguna, serta membangun lapisan keamanan dan tata kelola yang konsisten di semua lingkungan cloud dan inisiatif perusahaan yang berbasis data.
 
Memiliki fungsi platform sebagai sumber kebenaran tunggal (single source of truth) memungkinkan keterlacakan riwayat data, sehingga para karyawan memiliki pemahaman mengenai seluruh siklus hidup data karena tujuan mereka adalah memiliki data dengan akurasi maksimum dan konsistensi yang juga memenuhi persyaratan regulasi.
 
United Overseas Bank (UOB), salah satu lembaga keuangan terbesar di Asia Tenggara, menggunakan platform Cloudera untuk membangun solusi analitik Enterprise Data Architecture and Governance (EDAG), sehingga memungkinkan bank ini untuk mengelola pengumpulan, penyimpanan, analisis, dan visualisasi data dengan lebih baik dan menciptakan budaya berbasis data.
 
Dengan praktik dan platform tata kelola data yang kuat, UOB mampu menyatukan data dari 95 sistem di seluruh bank, sehingga memberdayakan seluruh stafnya dengan satu sumber big data yang besar.
 
Tim UOB menggunakan insight dari platform EDAG untuk menciptakan sebuah solusi deposit analytic baru yang meningkatkan pendapatan, meningkatkan produktivitas sebesar 20 persen, meningkatkan penyerapan dalam layanan operasional serta ukuran deposit klien – semuanya dilakukan sambil meningkatkan loyalitas pelanggan.
 
Tata kelola data yang lebih baik, bisnis yang lebih baik
Memiliki praktik tata kelola data yang kuat memberi kunci data yang tepat waktu untuk mendapatkan insight yang berharga dan akurat bagi berbagai perusahaan. Insight ini memungkinkan perusahaan-perusahaan mengidentifikasi tren pasar yang berkembang dengan cepat, dan mengurangi biaya, atau mengoptimalkan proses bisnis sebagai bentuk responnya. L
 
ebih penting lagi, tata kelola data yang tepat dapat mengurangi risiko regulasi, terutama karena peraturan akan cenderung diperketat jika terjadi gangguan bisnis – ini merupakan persyaratan utama bagi perusahaan di industri dengan regulasi yang ketat.
 
Selain waktu dan biaya yang dihabiskan untuk membersihkan dan memproses data - tata kelola data yang baik membantu perusahaan-perusahaan mengurangi risiko dan memastikan keandalan di seluruh perusahaan ketika para karyawan mengembangkan model-model penggunaan bisnis baru.
 
Yang paling penting, perusahaan-perusahaan harus ingat bahwa tata kelola data membantu mereka untuk mendapatkan pandangan ke depan dan mempertahankan keunggulan kompetitif untuk bisnis yang lebih baik - bahkan di tengah kondisi pasar yang bergejolak seperti saat ini.
 
(Erwin Sukiato, Country Manager, Cloudera Indonesia)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan