Terus Merugi, Bisnis Sewa Mobil Uber Dijual ke Startup

Ellavie Ichlasa Amalia 27 Desember 2017 12:41 WIB
uber
Terus Merugi, Bisnis Sewa Mobil Uber Dijual ke Startup
Uber menjual bisnis leasing mereka pada startup Fair. (AP Photo / Eric Risberg, File)
Jakarta: Uber tengah berdiskusi untuk menjual bisnis sewa kendaran Xchange Leasing, pada startup marketplace untuk mobil, Fair, menurut orang yang tahu tentang masalah ini. 

Pada September, Uber berkata bahwa mereka akan menutup bisnis sewa kendaraan mereka, yang mengalami kerugian besar.

Selama beberapa bulan belakangan, Xchange Leasing telah mulai menghentikan operasinya, yang dibuat untuk menjual mobil baru pada pengendara Uber, menjual mobil melalui sistem lelang. 


The Wall Street Journal melaporkan, dengan lebih dari 30 ribu kendaraan, Xchange Leasing bernilai sekitar USD400 juta (Rp5,4 triliun). Media yang melaporkan perjanjian Uber dengan Fair pertama kali itu menyebutkan bahwa Uber merugi sekitar USD9 ribu (Rp122 juta) per mobil, 18 kali lipat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Per Agustus, Xchange Leasing memiliki sekitar 14 ruang pameran di Amerika Serikat. Ketika diminta berkomentar, baik Fair dan Uber menolak untuk menjawab. 

Uber meluncurkan Xchange Leasing pada 2015 dengan tujuan untuk menarik pengendara yang tidak mampu membeli mobil. Xchange Leasing menawarkan pembayaran dan batasan jarak tempuh kendaraan yang lebih fleksibel dari perusahaan leasing biasa.

Namun, banyak pengendara Uber yang protes akan tindakan semena-mena Xchange Leasing. Mereka berkata, bayaran untuk Xchange Leasing begitu tinggi, memaksa mereka untuk menyopir sepanjang hari hanya untuk membayar mobil. Mereka hanya mendapatkan sedikit keuntungan atau bahkan sama sekali tidak mendapatkan keuntungan. 

Fair akan menawarkan pekerjaan untuk sekitar 150 sampai 500 orang dari Xchange Leasing. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.