Tiga situs resmi sekaligus muncul di halaman pertama Google: kampus swasta di Lampung, lembaga pemerintah pusat dan kampus negeri di Jawa Timur. Ketiganya mempromosikan situs judi yang sama. Nama institusi dan merek judi sengaja disamarkan. (VAKSINCOM)
Tiga situs resmi sekaligus muncul di halaman pertama Google: kampus swasta di Lampung, lembaga pemerintah pusat dan kampus negeri di Jawa Timur. Ketiganya mempromosikan situs judi yang sama. Nama institusi dan merek judi sengaja disamarkan. (VAKSINCOM)

9 Situs Institusi di 8 Provinsi Disusupi Promosi Judi Online, Waduh!

Cahyandaru Kuncorojati • 12 Oktober 2026 09:37
Ringkasnya gini..
  • Vaksincom menemukan sembilan situs institusi di delapan provinsi Indonesia disusupi promosi judi online pada Oktober 2026.
  • Tujuh kasus menyasar situs jurnal ilmiah dan repositori kampus, dengan konten judi yang bisa muncul di Google meski situs tampak normal.
  • Pengelola disarankan memeriksa hasil pencarian, menutup celah keamanan, memperbarui perangkat lunak, dan mengaktifkan autentikasi dua faktor.
Jakarta: Sembilan situs resmi milik institusi pendidikan, lembaga pemerintah, dan perusahaan penerbit jurnal di Indonesia ditemukan mempromosikan judi online melalui hasil pencarian Google.

Temuan Vaksincom pada awal Oktober 2026 ini menunjukkan bahwa situs yang terlihat normal bagi pengunjung belum tentu terbebas dari penyusupan.

Alfons Tanujaya, pakar keamanan siber dari Vaksincom, mengungkapkan bahwa penyusup memanfaatkan reputasi domain institusi tepercaya untuk menampilkan konten judi online.

“Dari sembilan institusi terdampak, tujuh merupakan perguruan tinggi, sedangkan dua lainnya terdiri dari unit daerah lembaga pemerintah pusat dan perusahaan penerbit jurnal,” tulisnya dalam informasi yang diterima Medcom.id.

Kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur. Nama institusi tidak dipublikasikan agar perhatian tetap tertuju pada penanganan masalah, bukan mempermalukan pihak yang terdampak.
 

Situs Jurnal Kampus Jadi Sasaran Utama

Tujuh dari sembilan kasus ditemukan pada situs jurnal ilmiah dan repositori karya ilmiah. Situs semacam ini menjadi sasaran menarik karena banyak kampus mengelolanya secara terpisah melalui fakultas atau program studi, sehingga pengawasan keamanan tidak selalu terpusat.
 

Reputasi domain akademik juga dimanfaatkan untuk meningkatkan visibilitas promosi judi di Google. Dalam salah satu temuannya, pencarian dapat menampilkan tiga situs resmi dari institusi berbeda di halaman pertama, tetapi ketiganya mengiklankan merek judi yang sama.

Penyusupan bahkan tidak terbatas pada satu halaman. Sejumlah halaman situs jurnal, termasuk bagian kontak, susunan redaksi, dan artikel ilmiah, ditemukan mengandung konten promosi tersebut.
 

Situs Terlihat Normal, Google Justru Menampilkan Judi

Salah satu aspek yang membuat serangan ini sulit diketahui adalah penggunaan mekanisme pengalih tersembunyi atau forwarder. Mekanisme tersebut membuat konten yang ditampilkan berbeda bergantung pada siapa yang mengakses situs.

“Kalau yang membuka manusia, ditampilkan situs yang normal. Kalau yang datang Google, disuguhi halaman judi,” kata Alfons.

Akibatnya, pengelola yang memeriksa situs melalui komputer kantor atau ponsel bisa saja tidak menemukan kejanggalan. Sementara itu, mesin pencari justru menerima halaman berisi promosi judi online.
 
“Pada kasus lain, situs kampus juga ditemukan menampilkan jendela penipuan berkedok penarikan uang. Artinya, risiko penyusupan bukan hanya merusak reputasi institusi, tetapi juga dapat mengarahkan pengunjung ke praktik yang berpotensi menyebabkan kerugian finansial,” jelas Alfons.

Pola serupa ditemukan pada situs-situs di provinsi berbeda yang mempromosikan merek judi dan menggunakan susunan kalimat serupa. Kesamaan tersebut mengindikasikan penyusupan terorganisasi, bukan sekadar ulah individu yang menargetkan satu situs.
 

Celah Keamanan yang Perlu Diperiksa

Vaksincom mengidentifikasi sejumlah kemungkinan penyebab, mulai dari perangkat lunak yang tidak diperbarui, kata sandi lemah, akun pengelola yang bocor, hingga subdomain lama yang tidak lagi diawasi. Hanya tiga dari sembilan institusi juga diketahui memiliki kontak tim tanggap insiden siber yang mudah ditemukan.

Pengelola situs disarankan memeriksa hasil pencarian Google menggunakan format site:namadomain.ac.id slot atau site:namadomain.go.id togel. Jika muncul halaman judi, pemeriksaan perlu dilanjutkan untuk menemukan celah masuknya, bukan sekadar menghapus konten yang terlihat.

Langkah berikutnya mencakup pembaruan aplikasi dan plugin, penghapusan akun atau berkas yang tidak dikenal, penonaktifan subdomain tak terpakai, serta penggantian kata sandi. Autentikasi dua faktor juga perlu diaktifkan untuk memperkuat akses pengelola.

Alfons mengingatkan bahwa menghapus halaman bermasalah saja tidak cukup. “Kalau pintunya masih terbuka, ya penyusupnya akan datang lagi,” katanya.

Temuan ini menjadi pengingat bagi kampus dan lembaga pemerintah bahwa keamanan situs perlu diperiksa dari sisi teknis sekaligus hasil pengindeksan mesin pencari. Situs yang tampak baik-baik saja belum tentu aman, terutama jika pengelola tidak rutin memantau konten yang ditampilkan Google.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA