Western Digital (PCMag/Getty Images)
Western Digital (PCMag/Getty Images)

Habis RAM dan SSD, Giliran Hard Disk Langka Gara-Gara AI

Cahyandaru Kuncorojati • 18 Februari 2026 11:32
Ringkasnya gini..
  • Permintaan infrastruktur AI membuat stok hard disk Western Digital untuk 2026 hampir habis.
  • Sebagian besar HDD dialokasikan untuk pusat data dan layanan cloud, bukan pasar konsumen.
  • Kelangkaan komponen berpotensi mendorong kenaikan harga PC dan smartphone tahun ini.
Jakarta: Lonjakan kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) kini mulai berdampak pada ketersediaan berbagai komponen komputer. 
 
Setelah RAM dan SSD mengalami kenaikan harga dan keterbatasan pasokan, kondisi serupa mulai terjadi pada hard disk drive (HDD).
 
Diktuip dari laporan situs PCMag, produsen penyimpanan data Western Digital (WD) mengonfirmasi bahwa pasokan hard disk untuk tahun 2026 hampir sepenuhnya habis karena tingginya permintaan dari sektor pusat data dan layanan cloud. 

Hal ini disampaikan langsung oleh CEO WD, Irving Tan, dalam laporan kinerja perusahaan terbaru.
 
“Kami pada dasarnya sudah kehabisan stok untuk kalender 2026. Kami memiliki pesanan pembelian yang pasti dari tujuh pelanggan utama kami,” kata Tan dalam paparan tersebut.
 
Permintaan dari klien enterprise memang mendominasi bisnis WD. Sekitar 89% pendapatan perusahaan berasal dari sektor cloud, sementara segmen konsumen hanya menyumbang sekitar 5%. 
 
Kondisi ini membuat produsen lebih memprioritaskan kebutuhan perusahaan teknologi besar yang membangun infrastruktur AI dalam skala besar.
 
Tak hanya untuk tahun ini, WD juga disebut sudah memiliki perjanjian jangka panjang untuk pengiriman hard disk pada tahun-tahun berikutnya. Perusahaan mencatat adanya kontrak suplai untuk dua pelanggan pada 2027 dan satu pelanggan hingga 2028.
 
Situasi ini berkaitan erat dengan meningkatnya pembangunan pusat data AI secara global. Infrastruktur AI membutuhkan kapasitas penyimpanan data dalam jumlah besar, sehingga perusahaan teknologi membeli komponen penyimpanan secara massal.
 
Selain itu, kenaikan harga SSD dalam beberapa bulan terakhir turut memengaruhi permintaan HDD. 
 
Untuk kapasitas penyimpanan yang sama, SSD dilaporkan bisa mencapai lebih dari 16 kali harga HDD. Karena alasan efisiensi biaya, banyak pusat data memilih kombinasi SSD dan HDD untuk penyimpanan skala besar.
 
Dampak dari tren ini mulai terasa di pasar perangkat keras. Sejumlah model hard disk dilaporkan mengalami kenaikan harga rata-rata sekitar 46% sejak September 2025. Kelangkaan komponen juga diperkirakan akan berdampak pada harga perangkat lain, termasuk PC dan smartphone.
 
Laporan industri menyebut harga PC dapat naik setidaknya 15% tahun ini, sementara smartphone berpotensi naik sekitar 10%. Beberapa produsen seperti HP, Dell, dan Lenovo bahkan telah mengumumkan penyesuaian harga produk mereka.
 
Jika tren permintaan pusat data terus meningkat, bukan tidak mungkin kelangkaan komponen akan meluas ke kategori hardware lainnya dalam waktu dekat.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA