Ilustrasi: Lintasarta
Ilustrasi: Lintasarta

Lintasarta Pasang Model 4C Kunci Percepatan Adopsi Industri

Mohamad Mamduh • 19 Februari 2026 17:07
Ringkasnya gini..
  • Pendekatan ini dibangun di atas fondasi 4C Lintasarta.
  • Model AI marketspace menjadi katalis yang memungkinkan seluruh proses tersebut berjalan lebih sederhana dan efisien.
  • Perusahaan telah melayani lebih dari 2.300 pelanggan korporasi dengan 74.196 jaringan.
Jakarta: Seiring pesatnya peningkatan adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor, banyak perusahaan menghadapi tantangan nyata saat mengintegrasikan solusi AI ke dalam sistem operasional mereka.
 
Kompleksitas integrasi, keterbatasan infrastruktur, proses implementasi yang memakan waktu, hingga kebutuhan keamanan dan kedaulatan data menjadi tantangan utama dalam mempercepat adopsi teknologi ini.
 
Menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta menegaskan komitmennya sebagai penyedia solusi digital terintegrasi yang berfokus pada kebutuhan industri, bukan sekadar penyedia platform.

Banyak perusahaan telah memiliki strategi AI, namun pada saat implementasi sering menghadapi hambatan integrasi dengan sistem existing, integrasi dengan ekosistem AI, keterbatasan infrastruktur, serta proses procurement yang panjang sebelum solusi dapat digunakan secara operasional.
 
Head of Industry Solution Lintasarta, Nurendrantoro, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki fondasi inovasi AI yang sangat kuat. Namun, agar dampaknya optimal, dibutuhkan wadah yang mampu mengintegrasikan solusi, memperkuat kolaborasi antar pelaku ekosistem, memastikan keamanan data, serta mempercepat implementasi secara terukur.
 
Menurutnya, model AI marketspace menjadi katalis yang memungkinkan seluruh proses tersebut berjalan lebih sederhana dan efisien. Model ini memungkinkan solusi diintegrasikan, diimplementasikan, dan diskalakan dalam satu ekosistem yang terstandardisasi dan aman, sehingga industri dapat mengurangi kompleksitas teknis sekaligus mempercepat time-to-value.
 
Lintasarta AI Marketspace dirancang sebagai kendaraan strategis untuk mengintegrasikan solusi digital dan AI secara lebih terstruktur dan terukur, mulai dari pemetaan tantangan hingga implementasi use case yang relevan.
 
Pendekatan ini dibangun di atas fondasi 4C Lintasarta: Connectivity untuk keandalan sistem, Cloud untuk skalabilitas infrastruktur, Cybersecurity untuk keamanan dan kepatuhan data, serta Collaboration untuk orkestrasi ekosistem.
 
Sebagai implementasinya, Lintasarta menghadirkan Lintasarta AI Marketspace Universe (LAMPU) sebagai kendaraan untuk mengorkestrasi berbagai solusi digital dan AI seperti Software as a Service (SaaS), Compute Services, Application Programming Interface (API) Services, data services, cybersecurity, connectivity, hingga AI dan analytics.
 
Melalui pendekatan ini, Lintasarta menghadirkan fondasi strategis untuk mempercepat akselerasi AI nasional dan memosisikan diri sebagai enabler dan ecosystem builder dalam perjalanan AI nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. Indonesia dinilai memiliki fondasi kuat untuk menjadi kekuatan AI regional, didukung pertumbuhan ekonomi digital, penetrasi teknologi, hingga talenta yang terus berkembang.
 
Sebagai bagian dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, Lintasarta telah berdiri sejak 1988 sebagai penyedia Komunikasi Data, Internet, dan IT Services untuk berbagai sektor industri. Lintasarta saat ini terus memperkuat peran strategisnya sebagai AI Factory dari IOH Group, sejalan dengan strategi induk usahanya, Indosat, sebagai AI TechCo.
 
Perusahaan telah melayani lebih dari 2.300 pelanggan korporasi dengan 74.196 jaringan dan didukung oleh tenaga IT profesional yang tersebar di lebih dari 54 kota di Indonesia. Untuk menjamin mutu layanan, Lintasarta telah memperoleh berbagai sertifikasi internasional, termasuk ISO 9001:2015 dan ISO 27001:2013.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA