Mozilla akan memproses permintaan nama domain sebagai fitur keamanan baru di Firefox.
Mozilla akan memproses permintaan nama domain sebagai fitur keamanan baru di Firefox.

Firefox akan Enkripsi Nama Domain Sesuai Permintaan

Teknologi mozilla firefox
Lufthi Anggraeni • 09 September 2019 08:12
Jakarta: Mozilla segera menambahkan fitur baru pada perlindungan privasi di Firefox. Salah satunya adalah fitur paling dasar untuk semua peramban, yaitu memproses permintaan nama domain yang akan membantu pengguna mengunjungi situs.
 
Pengembang akan menghadirkan DNS via HTTPS terenkripsi sebagai default untuk wilayah Amerika Serikat mulai akhir September mendatang. Hal ini akan mengunci situs peramban pengguna tanpa perlu membutuhkan tuas eksplisit seperti sebelumnya.
 
Kebiasaan online pengguna juga dilaporkan Engadget, akan menjadi lebih privat dan aman, dengan peluang terjadi insiden DNS Hijacking dan pengawasan aktivitas lebih sedikit. Namun tidak seluruh permintaan akan menggunakan HTTPS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mozilla mengandalkan metode fallback, yang akan mengubah DNS default sistem operasi pengguna jika tidak tersedia kebutuhan spesifik untuk DNS, seperti fitur pengendalian orang tua dan konfigurasi enterprise, atau mengalami kegagalan saat melakukan pencarian langsung.
 
Dalam hal ini, Mozilla menyebut tetap menghargai pilihan pengguna dan manage TI, sebab mereka dapat memilih untuk menonaktifkan fitur tersebut. Meskipun demikian, Mozilla juga mengaku berhati-hati terkait potensi penyalahgunaan.
 
Mozilla akan meninjau kembali pendekatan ini jika penyerang menggunakan domain kenari untuk menonaktifkan teknologi yang diterapkannya itu. Mozilla juga dilaporkan membutuhkan waktu untuk menyediakan DNS via HTTPS secara lebih luas.
 
Raksasa peramban web ini juga menyebut mengawasi permasalahan yang muncul sebelum memutuskan untuk memperluas ketersediaan teknologi tersebut. Jika berjalan lancar, Firefox akan menjadi pilihan alternatif untuk pengguna yang bersikeras dalam mengamankan lalu lintas web sebaik mungkin.
 
Sebelumnya, Mozilla mempertimbangkan untuk meluncurkan layanan berlangganan berita online senilai USD5 (Rp70.455) tanpa iklan. Pada bulan Juli lalu, Mozilla mengaku tengah mengadakan survei untuk melihat apakah konsumen tertarik untuk menggunakan layanan tersebut.
 
Mozilla menampilkan tombol untuk mendaftarkan diri di layanan tersebut pada Firefox. Dengan mengklik iklan tersebut, Anda akan dibawa ke sebuah survei dan pengakuan bahwa layanan tersebut belum tersedia.
 
Sementara pada bulan Juni lalu, developer Firefox, Mozilla, mengatakan bahwa peramban mereka memiliki celah zero-day yang dieksploitasi oleh pihak tak bertanggung jawab. Karena itu, Mozilla meluncurkan emergency patch untuk menambal celah tersebut.
 
Celah keamanan bisa muncul ketika peramban memanipulasi objek JavaScript karena masalah pada Array.pop. Ini bisa menyebabkan terjadinya crash yang bisa dieksploitasi dan Mozilla mengakui sadar akan adanya serangan yang menargetkan celah keamanan ini.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif