NEWSTICKER
Ilustrasi: Scietecheuropa
Ilustrasi: Scietecheuropa

5G, AI, dan IoT Bakal Ubah Hidup Manusia di Tahun 2030

Teknologi teknologi dell transformasi digital internet of things kecerdasan buatan
Cahyandaru Kuncorojati • 19 Desember 2019 08:32
Jakarta: Dell merilis Future of Connected Living, sebuah riset yang membahas bagaimana teknologi baru akan mengubah cara hidup manusia menjelang tahun 2030.
 
Riset ini digelar bersama Institute for the Future (IFTF) dan Vanson Bourne, mewawancarai 1.100 pemimpin bisnis di 10 negara Asia Pasifik & Jepang (APJ), termasuk Indonesia.
 
Hasil riset ini memaparkan masa depan yang penuh dengan peluang karena kemajuan teknologi berpotensi untuk mengubah kehidupan manusia di seluruh dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


IFTF dan sebuah forum yang beranggotakan para ahli dari seluruh dunia memprediksi bahwa teknologi-teknologi seperti edge computing, 5G, Kecerdasan Buatan (AI), Extended Reality (XR), dan IoT akan bersama-sama menciptakan lima perubahan besar dalam satu dekade ke depan. Perubahan-perubahan tersebut akan mengubah kehidupan manusia di seluruh dunia.
 
1. 10 tahun ke depan, cyberspace akan menjadi lapis berikutnya dari realita yang ada sekarang, seiring dengan perkembangan lingkungan digital kita yang tidak lagi hanya menggunakan televisi, ponsel pintar, dan perangkat layar lainnya.
 
2. Kendaraan masa depan pada dasarnya adalah komputer bergerak. Manusia akan memberikan kepercayaan kepada kendaraan ini untuk membawa kita ke tujuan yang kita inginkan secara fisik, sementara kita berinteraksi di ruang virtual yang tersedia dimana pun kita berada.
 
3. Kota-kota di masa depan akan berjalan melalui jaringan infrastruktur yang saling terhubung di kota tersebut, seperti perangkat-perangkat cerdas, sistem laporan mandiri dan analisa-analisa berbasis AI.
 
4. Setiap orang akan didukung oleh “sistem operasi untuk kehidupan” yang sangat personal yang bisa mengantisipasi kebutuhan kita dan secara proaktif membantu aktivitas sehari-hari sehingga kita bisa memiliki lebih banyak waktu luang.
 
5. Robot akan menjadi mitra dalam kehidupan kita, mengasah keterampilan dan memperluas kemampuan. Robot tersebut akan saling berbagi pengetahuan terbaru di jaringan sosial mereka untuk urun daya atau crowdsource inovasi dan mempercepat kemajuan.
 
“Koneksi dan hubungan kita dengan teknologi akan sangat berbeda di tahun 2030 dan kami percaya bahwa keberhasilan hubungan antara manusia dan mesin adalah hubungan yang saling menguntungkan serta memanfaatkan keunggulan masing-masing untuk saling melengkapi,” kata Amit Midha, President, Asia Pacific & Japan and Global Digital Cities, Dell Technologies.
 
“70 persen pemimpin bisnis di Asia Pasifik dan Jepang yang diwawancarai menyambut baik kemitraan manusia dengan mesin dan robot untuk membantu mengatasi keterbatasan manusia."
 
Survei ini mendapati bahwa perubahan-perubahan besar berbasis teknologi ini mungkin akan menjadi tantangan bagi mereka ataupun organisasi yang masih berusaha untuk berubah.
 
Organisasi-organisasi yang ingin memanfaatkan kemampuan dari teknologi-teknologi baru perlu mengambil langkah-langkah yang bisa mengumpulkan, memproses dan membagikan data secara efektif untuk bisa tetap mengikuti laju inovasi yang sangat cepat.
 
Selain itu, kekhawatiran terhadap ketepatan algoritma yang nantinya akan menjadi faktor penentu, mulai dari bagaimana cara perusahaan merekrut pegawai hingga siapa yang layak untuk menerima pinjaman, juga harus ditangani, serta kekhawatiran publik yang terus berkembang tentang privasi data.
 
Pemerintah perlu belajar untuk bekerjasama dalam membagikan dan menerapkan data mereka jika ingin melihat perubahan kota-kota dari digital menjadi sentient.
 
Berbagai bisnis di APJ telah mempersiapkan diri menghadapi berbagai perubahan tersebut.80 persen (78 persen di Indonesia) berharap mereka akan merestrukturisasi cara mengelola waktu dengan lebih banyak mengandalkan otomatisasi dalam melakukan pekerjaan.
 
49 persen pemimpin bisnis (50 persen di Indonesia) akan menyambut mesin-mesin yang dapat berfungsi secara mandiri. 63 persen (69 persen di Indonesia) mengatakan mereka menyambut penggunaan VR dan AR dalam aktivitas sehari-hari.
 
Untuk melakukan riset ini, IFTF menggunakan studi yang telah mereka kembangkan selama puluhan tahun lamanya tentang masa depan pekerjaan dan teknologi, riset terbaru dari Dell Technologies, dan pendapat para pakar dari seluruh dunia.
 
The Future of Connected Living adalah bagian ketiga dan terakhir dari seri tiga bagian penelitian yang termasuk The Future of the Economy dan The Future of Work. Kedua hasil studi tersebut telah dipublikasikan sebelumnya di tahun 2019.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif