Unggahan di Twitter menyebut bahwa Universitas Diponegoro mengalami kebocoran data 125 ribu mahasiswa.
Unggahan di Twitter menyebut bahwa Universitas Diponegoro mengalami kebocoran data 125 ribu mahasiswa.

Data 125 Ribu Mahasiswa UNDIP Alami Kebocoran

Teknologi teknologi cyber security
Lufthi Anggraeni • 05 Januari 2021 14:45
Jakarta: Informasi yang beredar menyebut bahwa lebih dari 125 ribu data mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) mengalami kebocoran. Informasi ini beredar via Twitter setelah akun bernama fannhasbi mengunggah informasi ini.
  
Akun yang mencantumkan keterangan sebagai security enthusiast ini mencuitkan bahwa data yang mengalami kebocoran itu termasuk data pribadi lengkap mahasiswa, alamat, jalur masuk, email, username, password, IPK, riwayat sekolah, beasiswa dan lainnya.
 
Data 125 Ribu Mahasiswa UNDIP Alami Kebocoran
 
Hingga saat ini, pihak UNDIP belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait informasi tersebut. Namun informasi ini telah mendapatkan perhatian dari peneliti dan konsultan keamanan siber Teguh Aprianto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Teguh turut memberikan komentar terkait dengan informasi ini melalui akun pribadinya, @segron. Teguh memperkirakan bahwa UNDIP mengalami kebocoran data mahasiswa lebih dari jumlah yang beredar.
 
Selain itu, Teguh juga memprediksi bahwa kebocoran data mahasiswa ini tidak hanya dialami oleh UNDIP tapi juga oleh hampir seluruh universitas dan perguruan tinggi di Indonesia. Dalam kicauannya, Teguh juga mempertanyakan SHA1 sebagai password hash.
 
Kebocoran data mahasiswa UNDIP ini bukanlah insiden pertama di Indonesia. Seiring dengan perkembangan teknologi, data turut menjadi faktor yang mengalami peningkatan kerentanan tertinggi di ranah internet.
 
Sebelumnya, Tokopedia juga dilaporkan mengalami kebocoran data penggunanya setelah peretas membobol sistem mereka. Peretas kemudian menjual data tersebut di pasar gelap internet atau dark web.
 
Laporan mengenai bocornya data pengguna Tokopedia pertama kali disebarkan oleh akun firma keamanan siber asal Israel lewat akun Twitter @underthebreach. Mereka mengklaim bahwa aksi peretasan data 15 juta pengguna Tokopedia ini terjadi pada bulan maret 2020 dan kini sudah dijual di dark web atau pasar gelap internet.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif