Sosok Asal Indonesia di Balik Platform Blockchain AS

Cahyandaru Kuncorojati 14 September 2018 10:02 WIB
teknologiBlockchain
Sosok Asal Indonesia di Balik Platform Blockchain AS
Pendiri platform blockchain Splend,Rick Blezynski.
Jakarta: Blockchain kini digenjot sebgaai teknologi yang diimplementasikan di berbagai bidang. Di Amerika Serikat tengah dibicarakan sebuah platform blockchain yang sedang naik daun bernama Splend.

Di balik Splend, ada sosok asal Indonesia yang menjadi pendiri serta pengembang teknologinya, Rick Blezynski yang sudah tinggal di Silicon Valley sejak 1978.

Teknologi blockhain yang dikembangkan Rick di Splend mencoba menjawab tantangan jaringan blockchain yang serupa dengan internet di era 90-an: proses yang lambat, tingkat keamanan rendah, serta biaya tinggi dalam pengembangannya.


Sebelumnya, Rick juga memiliki segudang pengalaman mulai dari sebagai pendiri dan mantan Chairman Bay Microsystems, dan pendiri sekaligus CTO Softcom Microsystems yang diakuisasi oleh Intel pada tahun 1999.

Splend sendiri dikenal mengembangkan platform teknologi bernama Integrated Blockchain Architecture (IBA). Teknologi ini menawarkan pendekatan sistem terskala yang membagi fungsionalitas blockchain antara perangkat lunak dan perangkat keras untuk memecahkan masalah bottleneck yang kerap terjadi dan memberikan kinerja transaksi yang optimal.

IBA mampu memproses transaksi blockchain secara cepat untuk jutaan pengguna dan perangkat secara simultan. Dengan teknologi IBA, Rick yakin jaringan blockchain selanjutnya menjadi bisa diandalkan.

Benerapa keunggulan Splend menurut Rick adalah kecepatan yang belum pernah ditawarkan platform lain, layanan biaya yang sangat rendah bahkan nihil, keamanan tingkat tinggi, protokol blockhain P2P yang terdesentralisasi, dan layanan one-stop solution.

Saat ini Splend memiliki produk dan layanan yang terdiiri dari universal CryptoWALLET dan CryptoTRANSFER Blockhain Service. Dalam waktu dekat Splend akan menambahnya dengan CryptoLEND, CryptoMERCHANTPAY, CryptoCARD, CryptoAUTOPAY, dan CryptoBILLPAY.

Tahun ini, Rick berencana mambawa Splend ekspansi ke Tiongkok bekerja sama dengan Shanghai Code Center Industry untuk mengimplementasikan teknologi IBA ke perusahaan media Tiongkok.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.