Adalah Wiley Post, seorang warga Amerika Serikat yang juga merupakan seorang pilot. Ketertarikan Post pada dunia dirgantara berawal ketika ia melihat pesawat untuk pertama kalinya di tahun 1913. Saat itu, ia bertekad untuk dapat terbang dan masuk ke sekolah penerbangan untuk bergabung dengan angkatan udara AS. Sayangnya, ia ditolak dan akhirnya bekerja di sebuah kilang minyak.
Foto: AUSTRIAN ARCHIVES/IMAGNO/GETTY IMAGES
Seperti yang dikutip dari Mashable, musibah kemudian menimpa Post. Ia harus kehilangan mata kirinya akibat kecelakaan di kilang minyak tempat dia bekerja. Berbekal uang pensiun dan santunan miliknya, Post lalu membeli sebuah pesawat di bulan Oktober 1926 dan mulai menerbangkannya.
Di tahun 1931, bersama dengan Harold Gatty sebagai navigatornya, Post berhasil memecahkan rekor terbang berkeliling dunia dengan pesawat miliknya. Keduanya berangkat dari New York pada bulan Juni 1931 dan menempuh penerbangan selama 8 hari, 15 jam, 51 menit. Rekor tersebut merupakan rekor penerbangan terjauh sekaligus tercepat pada saat itu.
Foto: AUSTRIAN ARCHIVES/IMAGNO/GETTY IMAGES
Tidak puas dengan rekornya, Post kemudian memperbarui pesawatnya dan kembali memecahkan rekor dengan waktu tempuh 7 hari, 18 jam, 49 menit.
Setelah menaklukan jarak, ia kemudian bermimpi untuk menaklukan ketinggian. Untuk itulah Post merancang sebuah pakaian khusus yang dapat menyimpan udara bertekanan normal di dalamnya. Pakaian khusus ini menggunakan kombinasi kain dan karet serta penutup kepala dari besi untuk menjaga agar udara di dalam tidak bercampur dengan udara di luar baju tersebut. Untuk membuat pakaian ini, Post bekerja sama dengan Goodrich Company.
Baju tersebut merupakan cikal bakal spacesuit modern saat ini. Menurut pusat dokumentasi sejarah AS, spacesuit yang diciptakan Post mampu bertahan hingga ketinggian 15,24 kilometer.
Tak lama setelah itu, Post meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat di Alaska. Post meninggal bersama dengan temannya, seorang pelawak bernama Will Rogers.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News