Pertumbuhan Melambat, Uber Rugi Rp14,7 Triliun
Uber masih merugi. (Photo by Robyn Beck / AFP)
Jakarta: Uber mengalami kerugian USD1 miliar (Rp14,7 triliun) pada Q3. Pertumbuhan mereka juga terus melambat. Selama tiga kuartal hingga Q3, yang berakhir pada 30 September, Uber hanya tumbuh kurang dari sepeuluh  persen.

Kerugian Uber sebelum pajak, depresiasi, dan amortisasi mencapai USD592 juta (Rp8,7 triliun). Angka ini masih lebih kecil jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu atau jika dibandingkan dengan kuartal lalu, menurut laporan Fortune.

Seiring dengan perlambatan pertumbuhan, Uber mulai menanamkan investasi di industri lain. Perusahaan yang kini memiliki valuasi USD76 miliar (Rp1.115 triliun) itu juga menawarkan berbagai layanan lain seperti jasa pengantar makanan dan pengangkutan barang.


Pada tahun ini, mereka mengakuisisi Jump, perusahaan sepeda online. Mereka juga mengumumkan rencana mereka untuk menjadikan motor listrik dan skuter sebagai opsi kendaraan bagi para penggunanya.

Tahun 2017 adalah tahun yang penuh masalah bagi Uber. Tahun lalu, Uber harus berhadapan dengan skandal pelecehan seksual yang mendorong masyarakat untuk melakukan boikot, dan berakhir pada turunnya pendiri Travis Kalanick dari jabatan CEO.

Meskipun begitu, CEO Dara Khosrowshahi mempersiapkan perusahaan untuk IPO (Penawaran Saham Perdana) pada tahun depan.

"Untuk perusahaan dengan ukuran dan jangkauan global seperti kami, pendapatan kami kuartal ini cukup baik," kata Chief Financial Officer, Nelson Chai.

Dia lalu menegaskan "potensi besar di negara-negara seperti India dan Timur Tengah, tempat kami terus memperkuat posisi kami sebagai pemimpin pasar."



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.