Kementerian Pariwisata menganggap, hal ini merupakan bukti kesuksesan kerja sama mereka dengan Baidu, perusahaan pencarian asal Tiongkok. Kemenpar pun ingin melanjutkan kerja sama yang dimulai dari tahun lalu ini.
Saat ditemui di Kementerian Pariwisata, Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, kerja sama mereka dengan Baidu sukses. "Jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia berhasil meningkat, bahkan Bali mengalami peningkatan 43,3 persen," ujarnya. "Pencarian kata kunci 'Bali Island' meningkat sebesar 45 persen dan pencarian kata kunci 'Indo Travel' meningkat sebesar 11 persen."
Arif menjelaskan, saat ini, gaya hidup masyarakat telah berubah, menjadi gaya hidup digital, yang memiliki ciri mobile, personal interaktif. Kemenpar menganggap, media digital memiliki efektivitas yang lebih tinggi dari media tradisional.
Terkait pariwisata, media digital bisa digunakan untuk melakukan pencarian, pemesanan dan pembayaran. Di Indonesia, alat utama untuk melakukan pencarian di internet adalah Google. Namun, perusahaan itu tidak beroperasi di Tiongkok. Baidu merupakah perusahaan pencarian di Tiongkok.
Selain Baidu Search Engine, Display Ads dan Baidu Travel, kemenpar kini juga memanfaatkan 2 platform dari Baidu, yaitu Baidu Maps dan OTP Qunar. Dua platform tersebut dianggap dapat memberikan edukasi dengan efektif pada masyarat Tiongkok terkait wisata Indonesia.
Baidu Maps merupakan peta digital yang bisa digunakan di perangkat Android dan iOS. Sama seperti Google Maps, aplikasi ini juga dapat menampilkan rekomendasi jenis transportasi yang bisa digunakan oleh pengguna. Baidu menyebutkan, saat ini, aplikasi tersebut memiliki lebih dari 300 juta pengguna aktif setiap bulannya.
"Setelah peluncuran di Indonesia, Baidu akan meluncurkan Baidu Maps di negara-negara Asia Pasifik lainnya. Pada peluncuran pertama di Indonesia, akan tesredia 1000 points of interest, mencakup Jakarta dan Bali dan jumlah tersebut akan terus ditambah, termasuk 10 tujuan wisata utama lain yang menjadi prioritas Kemenpar," ujar Business Director Baidu Indonesia, Ken Tao.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News