Platform ini memungkinkan konfigurasi CPU dan GPU disesuaikan dengan tugas yang dijalankan agen AI, mulai dari eksekusi kode hingga pemrosesan alur kerja kompleks.
Berbeda dari sistem AI yang hanya berfokus pada kemampuan menjalankan model, AMD Helion juga memperhatikan kebutuhan komputasi di balik aktivitas agen.
Ketika agen AI menjalankan tugas secara mandiri, kebutuhan pemrosesan tidak terbatas pada inferensi model, tetapi juga mencakup eksekusi instruksi dan komputasi pendukung.
AMD menawarkan dua pendekatan utama melalui Helion: rak khusus CPU untuk penerapan skala besar dan konfigurasi terpadu yang menggabungkan CPU, GPU, serta komputasi serbaguna untuk kebutuhan perusahaan.
“Agentic AI bukanlah satu jenis beban kerja. Cakupannya meliputi agen personal, aplikasi perusahaan, eksekusi kode, dan alur kerja kompleks, masing-masing dengan kebutuhan komputasi berbeda,” ujar Dan McNamara, Senior Vice President and General Manager, Compute and Enterprise AI AMD.
Dua Konfigurasi untuk Kebutuhan Agentic AI
Salah satu konfigurasi AMD Helion menggunakan prosesor AMD EPYC generasi keenam dan dapat mendukung hingga 32.768 core CPU dalam satu rak.Rancangan ini ditujukan bagi penyedia layanan hyperscale yang membutuhkan kapasitas khusus untuk menjalankan agen AI dan menghubungkannya dengan infrastruktur inferensi model terpisah.
Pilihan lainnya menggabungkan node CPU AMD EPYC, GPU AMD Instinct MI350P, dan komputasi serbaguna dalam satu platform. Pendekatan ini ditujukan bagi perusahaan yang membutuhkan infrastruktur agentic AI terpadu.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan komputasi agen AI tidak selalu harus ditangani menggunakan konfigurasi GPU yang sama. Pekerjaan yang lebih banyak melibatkan eksekusi agen dapat memerlukan kapasitas CPU besar, sementara tugas tertentu tetap membutuhkan akselerasi GPU.
Melalui Helion, pelanggan dapat menyesuaikan kepadatan core, performa, dan konsumsi daya dengan karakteristik beban kerja. AMD juga menyediakan rancangan yang mendukung pendinginan udara maupun cairan, sehingga konfigurasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan pusat data.
Mengandalkan Arsitektur Terbuka dan Token Router
AMD Helion dibangun berdasarkan spesifikasi Open Compute Project (OCP), dengan pendekatan perangkat keras dan perangkat lunak terbuka. AMD berencana menyumbangkan spesifikasi Helion kepada OCP agar komunitas dapat mengembangkan dan mengadopsinya lebih lanjut.Platform ini juga dilengkapi token router terintegrasi yang mengarahkan permintaan model dari agen ke berbagai model AI, termasuk model frontier dan open-source. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya mengelola interaksi agen dengan model yang digunakan untuk menyelesaikan tugas.
AMD turut merancang Helion agar dapat diterapkan pada infrastruktur teknologi informasi yang sudah dimiliki pelanggan. Perusahaan dapat menyesuaikan konfigurasi komputasi dengan kebutuhan performa, konsumsi daya, dan biaya tanpa harus menjadikan seluruh investasi sebelumnya tidak terpakai.
Mitra Teknologi Siapkan Implementasi Helion
Pengembangan AMD Helion melibatkan sejumlah mitra, termasuk Cisco, Dell Technologies, HPE, Lenovo, Supermicro, dan Hon Hai Technology Group. Kolaborasi tersebut mencakup dukungan integrasi sistem, jaringan, penyimpanan, hingga pendinginan pusat data.Jeremy Foster, Senior Vice President and General Manager Cisco Compute, menilai kebutuhan infrastruktur agentic AI tidak hanya berkaitan dengan performa komputasi.
“Ini bukan hanya tentang performa komputasi, tetapi juga bagaimana seluruh sistem terhubung, dikelola, dan diamankan,” ujarnya.
AMD menyatakan konfigurasi rak Helion sedang dikembangkan bersama mitra ekosistem dan direncanakan tersedia pada November 2026. Jika terealisasi, pendekatan ini menawarkan pilihan bagi perusahaan yang ingin meningkatkan penggunaan agen AI dengan infrastruktur yang dapat disesuaikan menurut kebutuhan operasional.