Mengutip Phone Arena, salah satu keunggulan signifikan dari Huawei Watch GT 6 Pro adalah masa pakai baterai yang jauh lebih panjang daripada perangkat lain pada kelas premium serupa. Huawei Watch GT 6 Pro dapat bertahan hingga 12 hari hingga 14 hari hanya dengan satu kali pengisian baterai.
Hal ini menunjukkan keunggulan efisiensi dan desain baterai berkemampuan mendukung aktivitas pengguna selama periode panjang tanpa perlu sering diisi ulang. Watch GT 6 Pro juga dibandingkan dengan produk lain di pasar smartwatch premium.
Misalnya, Samsung Galaxy Watch Ultra dapat bertahan sekitar tiga hari dengan penggunaan moderat, sedangkan Apple Watch Ultra 3 hanya mampu mencapai kisaran kurang dari dua hari dalam pengujian baterai standar.
Keunggulan baterai pada Huawei Watch GT 6 Pro didukung oleh kombinasi baterai berkapasitas besar, 867 mAh, dan arsitektur chipset ganda efisien sehingga mampu mendukung masa pakai hingga dua minggu.
Strategi ini dilaporkan dapat dicapai Huawei berkat penyesuaian spesifikasi yang mengutamakan efisiensi energi tanpa harus mengorbankan performa dasar smartwatch. Namun, Huawei tetap melakukan beberapa kompromi untuk mencapai efisiensi baterai tinggi ini.
Misalnya, Watch GT 6 Pro mengusung jumlah aplikasi pihak ketiga lebih sedikit dan integrasi notifikasi yang tidak setingkat dengan Apple Watch atau Galaxy Watch, serta fitur asisten suara lebih terbatas.
Hal ini merupakan kompromi umum pada perangkat wearable dengan fokus pada daya tahan baterai, namun dianggap masih relevan bagi konsumen yang lebih mengutamakan masa pakai baterai daripada ekosistem aplikasi luas.
Selain aspek baterai, Huawei juga mencatat bahwa smartwatch miliknya memiliki pangsa pasar lebih luas dibandingkan dengan smartphone karyanya, terutama karena jam pintar ini kompatibel dengan beragam sistem operasi mobile, termasuk Android dan iOS.
Bahkan lebih dari 30% pemilik perangkat Huawei Watch diketahui menggunakan iPhone atau ponsel Android non-Huawei, memperluas daya tariknya di segmen konsumen global. Dari sisi angka pangsa pasar, smartwatch Huawei diperkirakan memegang sekitar 18% hingga 21% pangsa pasar global.
Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan posisi smartphone Huawei yang saat ini berada di angka sekitar 4% hingga 5%** pangsa pasar global. Hal ini menunjukkan bahwa lini wearables Huawei berhasil menarik minat lebih luas meskipun memiliki tantangan di segmen ponsel pintar.
Dengan kemampuan baterai jauh melampaui banyak model flagship lain dari merek besar, Huawei Watch GT 6 Pro dipandang sebagai salah satu pilihan terbaik bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai di perangkat wearable premium.
Kendati perangkat ini tidak menawarkan ekosistem aplikasi seluas yang ditawarkan oleh Apple atau Samsung, keunggulan baterai dan kompatibilitas dengan berbagai jenis ponsel tetap menjadi nilai jual utama bagi konsumen yang menempatkan masa pakai baterai sebagai prioritas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News