Asha Sharma
Asha Sharma

Bos Gaming Microsoft Phil Spencer Pensiun, Asha Sharma Ambil Alih

Mohamad Mamduh • 22 Februari 2026 10:47
Ringkasnya gini..
  • Dengan lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan, Xbox dan layanan terkait dianggap sebagai salah satu kekuatan global yang terus berkembang.
  • Selain penunjukan Sharma, Microsoft juga mengumumkan promosi Matt Booty menjadi Executive Vice President sekaligus Chief Content Officer.
  • Perubahan kepemimpinan ini menandai era baru bagi Microsoft Gaming.
Jakarta: Microsoft baru saja mengumumkan perubahan besar dalam jajaran pimpinan divisi gaming. Asha Sharma ditunjuk sebagai Executive Vice President sekaligus CEO Microsoft Gaming, menggantikan Phil Spencer yang memutuskan pensiun setelah hampir empat dekade berkarier di perusahaan. Sharma akan langsung melapor kepada Satya Nadella, CEO Microsoft, dan dipercaya membawa visi baru untuk masa depan Xbox serta ekosistem gaming perusahaan.
 
Dalam pernyataannya, Nadella menegaskan bahwa gaming tetap menjadi pilar utama strategi konsumen Microsoft. Dengan lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan, Xbox dan layanan terkait dianggap sebagai salah satu kekuatan global yang terus berkembang.
 
Nadella menyoroti pengalaman Sharma di Instacart dan Meta, yang dinilai mampu membawa Microsoft Gaming ke tahap pertumbuhan berikutnya dengan fokus pada inovasi dan ekspansi pasar.

Selain penunjukan Sharma, Microsoft juga mengumumkan promosi Matt Booty menjadi Executive Vice President sekaligus Chief Content Officer. Booty akan bertanggung jawab atas arah kreatif dan konten dari seluruh studio game Microsoft, memastikan kualitas dan inovasi tetap menjadi prioritas utama. Ia akan bekerja erat dengan Sharma untuk memperkuat posisi Xbox di pasar global.
 
Phil Spencer, yang selama 12 tahun terakhir memimpin divisi gaming, meninggalkan jejak besar dalam sejarah Microsoft. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan berhasil mengakuisisi sejumlah studio besar seperti Activision Blizzard, ZeniMax, dan Mojang, pencipta Minecraft.
 
Spencer juga berperan penting dalam melipatgandakan ukuran bisnis gaming Microsoft. Meski pensiun, ia akan tetap menjadi penasihat hingga musim panas 2026.
 
Dalam pesannya, Sharma menekankan komitmen untuk menghadirkan game hebat dengan karakter ikonik dan gameplay inovatif, memperkuat kembali posisi Xbox sebagai konsol unggulan, serta membuka jalan bagi masa depan bermain yang lebih inklusif dengan dukungan teknologi baru.
 
Booty menambahkan bahwa tidak ada perubahan organisasi besar untuk studio game saat ini, dan ia optimistis terhadap kekuatan franchise yang sudah mapan sekaligus membuka ruang bagi proyek-proyek baru.
 
Perubahan kepemimpinan ini menandai era baru bagi Microsoft Gaming. Dengan Sharma di pucuk pimpinan, perusahaan diharapkan mampu memperluas pengaruh Xbox secara global, termasuk di pasar Asia Tenggara yang semakin berkembang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA