Peluncuran ini bertujuan untuk mendorong transformasi digital dan memperkuat pengelolaan kawasan industri secara modern, aman, dan berkelanjutan, dengan mengandalkan teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI).
Command Centre ini berfungsi sebagai pusat pemantauan dan pengendalian terpadu yang menjamin akses cepat dan akurat terhadap kondisi lapangan bagi pengelola kawasan. Sistem canggih ini mengintegrasikan dan mengolah data dari berbagai sumber, termasuk kamera CCTV, sistem lalu lintas, dan perangkat pemantauan lingkungan.
Melalui visualisasi data yang komprehensif, Command Centre mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat, terstandarisasi, dan tepat, baik dalam situasi darurat maupun non-darurat.
Irvan Yasni, CEO of Technology Advisory and Business di Sinar Mas Land, menyatakan bahwa kolaborasi dengan NEC Indonesia merupakan langkah penting untuk mempercepat transformasi digital kawasan.
Solusi ini dirancang tidak hanya untuk mengintegrasikan data pengawasan, tetapi juga mendukung pemantauan lalu lintas, deteksi potensi bahaya, hingga mitigasi risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor. Dengan sistem peringatan dini (early warning system) dan analitik berbasis data, pengelola kawasan diharapkan dapat merespons potensi gangguan operasional secara lebih proaktif.
Sementara itu, Tommy Satriotomo, Direktur Operasional Kota Deltamas, menegaskan bahwa kesiapan digital telah menjadi kebutuhan mutlak bagi kawasan industri untuk tetap kompetitif. Ia menyebut Smart City Command Centre sebagai fondasi digital penting untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan daya saing jangka panjang.
Joji Yamamoto, President Director of NEC Indonesia, menambahkan bahwa Command Centre ini menghadirkan respons yang lebih cepat dan efisien dengan dukungan visualisasi AI yang canggih. NEC juga siap meningkatkan sistem ini dengan solusi cybersecurity yang andal untuk melindungi operasional dari risiko yang terus berkembang di era Industri 4.0.
GIIC Kota Deltamas sendiri merupakan kawasan industri bertaraf internasional seluas ±2.200 hektare. Kawasan ini dilengkapi infrastruktur modern, termasuk Water Treatment Plant (WTP), Wastewater Treatment Plant (WWTP), suplai listrik berbasis green renewable electricity dari PLN, hingga jaringan fiber optik.
Hingga saat ini, GIIC telah menampung lebih dari 205 perusahaan nasional maupun internasional dari beragam sektor. Dari sisi aksesibilitas, Command Centre di GIIC memiliki lokasi strategis, dapat dijangkau langsung melalui Tol Jakarta – Cikampek di KM 37, akses Tol Jakarta – Cikampek Selatan di KM 31, dan akan semakin mudah diakses dengan rencana pengoperasian Stasiun Kereta Cepat Karawang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News