Ilustrasi.
Ilustrasi.

Epic Games Gelar Women Creators Programme 2022, Dukung Perempuan Kuasai Efek Visual

Cahyandaru Kuncorojati • 15 Agustus 2022 08:23
Jakarta: Epic Games dengan solusi Unreal Engine yang banyak digunakan pada industri game serta animasi dan film baru saja menggelar program The Women Creators Programme untuk kedua kalinya pada tanggal 11 Agustus 2022.
 
Inisiatif yang merupakan hasil kerjasama dengan Open Air Films, ASIFA India dan Perforce Software ini, memberi pelatihan mendalam secara virtual dan berbayar, serta program pendampingan kepada para produser perempuan dari India dan Asia Tenggara.
 
Program tersebut, yang merupakan pertama Epic di Asia Tenggara, bertujuan untuk membekali para animator real-time generasi berikutnya, dengan fokus khusus untuk menginspirasi dan memberdayakan para kreator perempuan di India dan Asia Tenggara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sini ada lebih dari 178 pelamar di wilayah Asia Tenggara dan India, 21 perempuan terpilih untuk mendapatkan pendampingan dari lulusan beasiswa Unreal. 
 
Tiga dari perempuan itu adalah Ellen Xie, produser asal Indonesia, Jessica Tan, Digital Creative Director asal Singapura, dan Xie serta Zubaida Nila, Visual Effects Artist asal Malaysia. 
 
Para finalis menjalani pendampingan langsung dan workshop virtual, sehingga mengakhiri fase
pertama program ini dengan demo dan evaluasi pra-visualisasi. Fase kedua, mempelajari teknik VFX terbaru dalam pengembangan dunia real-time, pencahayaan, sequencing, dan produksi virtual dengan menggunakan mesin virtual berbasis cloud.
 
Terakhir, para kreator diberikan kesempatan untuk menampilkan film pendek mereka dan berbagi lebih banyak mengenai perjalanan dan inspirasi mereka selama acara tersebut.
 
Business Lead Epic Games India dan Asia Tenggara, Shruti Verma menuturkan bahwa kesuksesan program pertama menjadi dorongan untuk kembali menghadirkannya dan memperluas jangkauan ke Asia Tenggara.
 
“Women Creators Programme 2022 dibangun berdasarkan kesuksesan edisi pertama, dengan
perluasan program ke Asia Tenggara untuk pertama kalinya tahun ini,” katanya.
 
“Target kami lebih dari sekadar membina beberapa profesional perempuan top di ruang VFX, namun juga membangun dasar untuk ekosistem kreator, storyteller, produser dan profesional animasi perempuan,” tandasnya.
 
(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif