"Semua karyawan yang terkena dampak akan diperlakukan dengan hormat, keadilan dan kepedulian," kata Juru Bicara Yahoo, Prachi Singh kepada Metrotvnews.com, Kamis, 18 Desember.
Sayangnya, Singh menolak mengelaborasi lebih jauh dan tak bersedia menyebutkan jumlah karyawan Yahoo Indonesia yang kena dampak kebijakan ini. "Beberapa karyawan sudah ditawarkan pilihan untuk relokasi, tergantung kebutuhan bisnisnya," katanya.
Singh menjelaskan, meski tak lagi memiliki kantor di Indonesia, Yahoo tak berarti meninggalkan pasar Indonesia. Mereka akan mengendalikan operasionalnya di Tanah Air dari kantor perwakilan regional Yahoo di Singapura.
"Pasar internasional penting bagi Yahoo dan merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi pertumbuhan kami," katanya.
Dia mengaku, keputusan untuk menutup Yahoo Indonesia bukan hal mudah, tetapi penuh pertimbangan. "Karena ingin mempercepat pertumbuhan bisnis Yahoo, ada kebutuhan untuk memperbaiki cara kami beroperasi dan mengeksekusi secara lebih cepat dan lebih efisien."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News