Menurut Wired, The Shade Room memiliki total follower pada jejaring sosial Facebook, Instagram dan lainnya, lebih dari delapan juta follower, dengan mayoritas pengikut adalah perempuan muda berkulit hitam. Akun ini juga dilaporkan telah menghasilkan pendapatan hingga hampir jutaan dollar.
Harvard University Neiman Journalism Lab, pemblokiran oleh Facebook ini menimbulkan berbagai pertanyaan dari penerbit online, yang mengandalkan media sosial untuk meningkatkan view traffic dan periklanan.
Didirikan oleh Angie Nwandu, The Shade Room memperoleh kesuksesan hingga terpilih sebagai salah satu dari daftar 30 Most Influential People on the Internet oleh majalah Time awal tahun ini. Kesuksesan ini juga dinilai berkat bantuan Facebook.
Namun, Buzzfeed melaporkan perwakilan Facebook menyebut pemblokiran The Shade Room disebabkan oleh pelanggaran standar komunitas yang tidak dapat dirincikan, yang dilakukan oleh akun ini. Sementara itu, Jezebel menilai pemblokiran disebabkan karena akun mengunggah foto tanpa perizinan yang seharusnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News