Intel Bantah Berhenti Garap Prosesor 10nm
Ilustrasi prosesor.
Jakarta: Masalah produksi prosesor Intel yang menyebabkan stok di pasar berkurang dan menggangu pengembangan proseseor fabrikasi 10nm tampaknya semakin serius. Rumor ini mulai beredar ketika Intel memproduksi prosesor terbarunya.

Intel berhenti menghentikan pengembangan dan produksi prosesor dengan fabrikasi terbaru, yaitu 10nm, menurut laporan situs SemiAccurate, yang mengaku mendapatkan informasi dari orang dalam perusahaan prosesor tersebut, lapor Ars Technica.

Menariknya, Intel sanggahan resmi terhadap rumor tersebut. Ini bukanlah tindakan yang biasa Intel lakukan. Melalui akun Twitter resmi, Intel menyatakan bahwa kabar tersebut tidak benar dan proses pengembangan prosesor fabrikasi 10nm masih berjalan baik.
 
Hal ini membuat penilaian publik dan industri terhadap Intel memburuk. Bahkan keluarga terbaru prosesor Intel, yakni Generasi ke-9 yang terdiri dari varian model Core i9 masih diproduksi dengan fabrikasi 14nm.


Dalam laporan internal yang berhasil diperoleh situs SemiAccurate, disebutkan bahwa rencana Intel untuk menyediakan prosesor fabrikasi 10nm padai tahun depan mungkin tidak akan sesuai rencana. Selain itu, mereka juga belum akan fokus untuk membuat fabrikasi 7nm.

Sementara sang kompetitor yaitu AMD telah merilis keluarga prosesor Ryzen Generasi ke-2 2000 Series, yang sudah diproduksi dengan fabrikasi 12nm. Sekarang, mereka juga sudah memberikan fabrikasi baru berbasis 7nm kepada produsen semikonduktor pihak ketiga yaitu TSMC.

TSMC yang berbasis di Taiwan menjadi pemegang izin produksi ekslusif untuk prosesor terbaru iPhone di 2019 yang juga menggunakan fabrikasi 7nm. Ukuran fabrikasi mengacu kepada ukuran komponen transistor di sebuah prosesor.

Semakin kecil ukuran transistor makin semakin banyak transistor yang bisa dipasang dan menyisakan ruang untuk memasang teknologi lain di prosesor. Artinya prosesor akan semakin gesit dan memiliki fitur teknologi beragam.



(ELL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.