Presiden Donald Trump memperpanjang masa berlaku larangan dagang dengan perusahaan Tiongkok.
Presiden Donald Trump memperpanjang masa berlaku larangan dagang dengan perusahaan Tiongkok.

Donald Trump Perpanjang Larangan Dagang untuk Huawei

Teknologi teknologi huawei
Lufthi Anggraeni • 14 Mei 2020 10:04
Jakarta: Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang waktu pemberlakukan larangan perusahaan asal negaranya untuk bekerja sama atau membeli peralatan telekomunikasi dari perusahaan yang dinilai sebagai ancaman keamanan nasional hingga bulan Mei 2021 mendatang.
 
Larangan ini dilaporkan The Verge tidak menyebutkan nama perusahaan secara spesifik, namun digunakan untuk menghentikan operasi Amerika Serikat (AS) dengan perusahaan asal Tiongkok seperti Huawei dan ZTE.
 
Perusahaan Tiongkok tersebut tidak lagi dapat menjual produk di AS atau bekerja sama dengan perusahaan seperti Google atau ARM untuk software dan lisensi penting. Gedung Putih mengeluarkan perintah ini hampir satu tahun lalu, melarang perusahaan AS untuk berbisnis dengan Huawei.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Larangan ini atas dasar kekhawatiran Huawei mengancam keamanan nasional, terkait dengan pasokan peralatan untuk infrastruktur jaringan, terutama karena AS tengah dalam proses pengguliran jaringan 5G di negaranya.
 
Namun sejak perintah ini dikeluarkan pada bulan Mei 2019, larangan tersebut belum secara menyeluruh berlaku. Huawei tidak dapat bekerja sama dengan perusahaan seperti Google untuk perangkat terbarunya, namun mendapatkan sejumlah lisensi umum temporer dari Commerce Department.
 
Lisensi umum ini memungkinkannya untuk mendukung perangkat yang telah tersedia di pasar dengan update software. Dan setelah menerima perpanjangan waktu pada bulan Mei, Agustus, November, dan Maret, perpanjangan waktu selama 45 hari terbaru dari kesepakatan lisensi temporer ini akan berakhir pada tanggal 15 Mei 2020.
 
Baik Huawei maupun Commerce Department belum mengindikasikan bahwa perizinan terkait perpanjangan waktu tambahan telah dikabulkan. Sebelumnya, Huawei mengumumkan pemanfaatan teknologi Video Conference System hasil pengembangannya oleh RSPAD Gatot Subroto.
 
Teknologi tersebut telah dimanfaatkan oleh salah satu rumah sakit milik pemerintah ini sejak tanggal 17 April 2020 lalu. Solusi video conference ini disebut Huawei Indonesia sebagai salah satu wujud komitmennya dalam mendukung pemerintah Indonesia dan masyarakat yang berjuang melawan COVID-19.
 
Sementara itu, Huawei mengumumkan kehadiran aplikasi HERE WeGo di toko aplikasi Huawei Mobile Service, AppGallery. Kehadiran aplikasi layanan navigasi disebut menjadi bentuk komitmen Huawei dalam memenuhi kebutuhan pengguna.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif