Laporan keuangan Q3 Xiaomi mengungkap penurunan pendapatan sebesar 10 persen.
Laporan keuangan Q3 Xiaomi mengungkap penurunan pendapatan sebesar 10 persen.

Laporan Keuangan Q3 Xiaomi Ungkap Penurunan Pendapatan 10%

Lufthi Anggraeni • 26 November 2022 13:19
Jakarta: Xiaomi mengunggah analisis keuangan per kuartal perusahaannya, dan angka pada laporan tersebut menampilkan penurunan signifikan. Pendapatan untuk periode Juli hingga September 202 sebesar CNY70.5 miliar (Rp154,01 triliun).
 
Mengutip GSM Arena, angka tersebut menurun sebesar USD19 miliar, dan 50,5 persen penurunan tersebut berasal dari pasar luar Tiongkok. Pendapatan Xiaomi pada Q3 lalu mengalami penurunan 10 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021.
 
Sementara itu, keuntungan bersih juga mengalami penurunan lebih rendah, sebesar 59 persen per tahun, menjadi sebesar CNY2,1 miliar atau USD294 juta (Rp4,6 miliar). Namun, penurunan ini disebabkan oleh investasi senilai CNY829 juta atau sekitar USD116 juta (Rp1,82 triliun) pada bisnis EV yang baru dibentuk, serta proyek lain yang akan membuahkan hasil di masa depan.

Xiaomi juga mengungkap investasi di ranah riset dan pengembangan atau R&D yang mengalami peningkatan sebesar 25 persen, dibandingkan dengan satu tahun lalu, serta 48 persen pegawai Xiaomi merupakan anggota tim R&D.
 
Pengguna Xiaomi di ranah MIUI meningkat sebanyak 564 juta, 78,1 juta lebih banyak dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, atau meningkat sebesar 16 persen dari tahun 2021 lalu.
 
Menariknya, hanya 141 juta pengguna atau sekitar 25 persen merupakan penduduk Tiongkok. Xiaomi juga mendistribusikan 40,5 juta smartphone selama Q3 2022, dan mempertahankan posisinya di peringkat ketiga secara global.
 
Namun, pengapalan smartphone Xiaomi mengalami penurunan 7,8 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan pendapatan sebesar 11,1 persen. Xiaomi menjadikan badai makroekonomi global sebagai salah satu alasan penurunan pendapatannya tersebut, meski juga telah meningkatkan upaya promosi di pasar luar Tiongkok.
 
Xiaomi menduduki peringkat kedua di pasar Eropa, pertama di pasar Spanyol, kedua di Italia dan Prancis. Pada wilayah lebih luas, Xiaomi menduduki peringkat ketiga di pasar Amerika Latin dan Afrika.
 
Perusahaan smartphone di Tiongkok tengah menghadapi masa sulit untuk beradaptasi dengan konsumen Eropa dan preferensi mereka untuk membeli smartphone melalui operator seluler alih-alih melalui toko elektronik pihak ketiga.
 
Xiaomi mengungkap pihaknya telah mendistribusikan 19,9 persen ponsel melalui saluran operator seluler, 1,7 persen lebih banyak dari satu tahun lalu. Serupa, di pasar Amerika Latin, Xiaomi mendistribusikan 16 persen ponsel karyanya melalui operator seluler, meningkat 1,5 persen.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA