medcom.id: Uber masih menolak untuk berkomentar mengenai demonstrasi yang dilakukan oleh ribuan sopir angkutan umum pada hari ini, Senin (14/3/2016). Meskipun telah dihubungi, tapi pihak Uber masih belum memberikan tanggapan mereka atas permintaan Kementerian Perhubungan untuk memblokir aplikasi jasa transportasi umum berbasis aplikasi seperti Uber dan Grab.
Namun, ternyata, kali ini bukanlah pertama kalinya Uber mendapatkan protes dari para sopir angkutan umum, terutama taksi. Di tahun 2016 ini saja, setidaknya telah terjadi 3 demonstrasi di berbagai negara karena keberadaan Uber.
Berbagai sumber melaporkan, sopir taksi di Madrid, Spanyol melakukan protes terhadap Uber pada pertengahan Februari lalu. Sementara itu, pada awal Maret lalu, Uber kembali diprotes, kali ini oleh sopir taksi di Guadalajara, Meksiko. Kejadian serupa juga terjadi di Kairo, Mesir.
Alasan protes ini kurang lebih sama dengan yang terjadi di Indonesia; para pengendara Uber dianggap membunuh bisnis taksi tradisional. Selain itu, di beberapa negara, seperti Spanyol misalnya, status Uber masih belum jelas.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan