Samsung juga melengkapi kicauan itu dengan video tentang cara memindai smart TV Anda. Sayangnya, tak lama kemudian, tweet itu dihapus. Ketika ditanya mengapa mereka membuat kicauan itu, Samsung mengatakan bahwa tujuan mereka adalah untuk mengedukasi konsumen.
Hello Leo! Thanks for reaching out to us! The video was posted for customer's education and to have it as a troubleshooting step. Let us know if you have any other questions! ^Lucy
— Samsung Support USA (@SamsungSupport) June 17, 2019
Meminta pengguna smart TV untuk memindai virus setiap beberapa minggu bukanlah hal yang mudah, terutama mengingat kebanyakan orang bahkan jarang memindai malware pada laptop dan smartphone mereka.
Jika smart TV memiliki celah keamanan yang mengharuskan pengguna untuk sering melakukan update, Samsung seharusnya membuat sistem update otomatis, menurut Engadget.
Gizmodo melaporkan, peringatan Samsung kali ini tampaknya khusus ditujukan untuk TV lini QLED. Sayangnya, masih belum diketahui apakah Samsung membuat kicauan ini sebagai jawaban dari serangan yang menargetkan smart TV. Namun, ini bukan pertama kalinya Samsung memeringatkan para pengguna smart TV akan bahaya serangan siber.
Pada 2015, pengguna smart TV sempat khawatir TV mereka bisa mencuri dengar percakapan mereka karena regulasi privasi yang ambigu. Ketika itu, Samsung membantah bahwa hal itu bisa terjadi. Namun, hacker terbukti bisa meretas smart TV dan perangkat lain di smart home.
Dengan semakin banyaknya perangkat yang terhubung ke internet, kita juga seharusnya sadar akan risiko terjadinya serangan siber pada perangkat-perangkat itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News