Tim robotik Java Knights asal Depok, Jawa Barat.
Tim robotik Java Knights asal Depok, Jawa Barat.

Tim Robotika Asal Depok Dapat Penghargaan di Robot Dunia

Teknologi teknologi robot
Cahyandaru Kuncorojati • 19 Maret 2019 15:39
Jakarta: Tim robotik Java Knights asal Madrasah Natura Depok, Jawa Barat, berhasil meraih penghargaan di kompetisi robot Asia Pasifik "Destination: Deep Space" dari FIRST Robotic Competition (FRC) 2019.
 
Dalam kompetisi yang digelar di Sydney, Australia, pada 17 Maret 2019, tim Java Knights mendapatkan penghargaan Rookie All Star dan mendapatkan tiket menuju World Championship Robot di Amerika Serikat pada April mendatang.
 
FIRST Robotic Competition merupakan kompetisi olimpiade robot yang bertujuan untuk membangun masa depan terutama minat terhadap robotik sejak di bangku pelajar. Peserta di kompetisi imi merupakan siswa yang berusia 14-18 tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kompetisi para siswa harus bekerja sama merancang, membangun, memprogram dan mengontrol robot. Mereka juga tetap dibantu oleh mentor serta dukungan perusahaan dari berbagai bidang yang memiliki minat terhadap pengembangan teknologi robotik.
 
FIRST Robotic Competition digelar setiap tahun pada bulan Januari. Setiap peserta tidak diizinkan menggunakan bagian robot yang sudah diciptakan sebelum kompetisi. Kompetisi ini juga menyediakan tantangan yang harus diselesaikan dalam proses pembuatan robot di bulan Februari.
 
Tinggi robot yang ditentukan maksimum 1,2 meter, namun bertambah menjadi dua meter. Sementara bagian alasnya memiliki ukuran keliling maksimum tiga meter dengan berat maksimum robot yaitu 54kg.
 
Di kompetisi ini robot digerakkan di lapangan berukurqan 8x16 meter dari jarak antara robot dan operator sekitar 16 meter. Setiap bertanding bersama dengan robot dari tim negara lain. Pendiri organisasi FIRST, Dean Kamen menyebut kompetisi ini dibuat untuk mempopulerkan STEM.
 
Science, Technology, Engineeringm and Mathemathics atau STEM ingin dipopulerkan Kamen dengan cara yang menyenangkan dalam bentuk kompetisi robot. Kompetisi ini ditargetkan menjadi sebuah olahraga populer.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif