Pada perayaan tahun ini, Huawei menyalurkan bantuan berupa 15 ekor sapi dan 60 ekor kambing yang didistribusikan kepada 15 masjid di berbagai penjuru Indonesia. Dengan mengusung tema Berbagi Kebahagiaan, Qurban untuk Indonesia, perusahaan global ini percaya bahwa kemajuan teknologi modern harus berjalan selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dan pemerataan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah ini. Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan sebuah titik temu strategis antara ketaatan spiritual, tanggung jawab sosial, serta visi teknologi masa depan dalam membangun peradaban bangsa di era digital.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyoroti pentingnya solidaritas ini dalam mengatasi kesenjangan digital. Beliau menyatakan bahwa teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), harus mampu mendorong transformasi yang inklusif agar peluang ekonomi dan sosial dapat dinikmati oleh semua orang.
Chairman of Board Huawei Indonesia, Xin Dajiang, menegaskan kembali filosofi perusahaan Di Indonesia, Untuk Indonesia, Oleh Orang Indonesia. Ia menjelaskan bahwa melalui sinergi dengan berbagai pihak seperti pemerintah, universitas, dan komunitas lokal, Huawei berupaya memperkuat fondasi konektivitas dan kecerdasan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Selain penyerahan hewan kurban yang disiarkan secara langsung dari berbagai kota seperti Makassar, Kudus, Bandung, dan Medan, Huawei juga menyelenggarakan diskusi panel Executive Inspira Talk 2026.
Forum ini menjadi wadah bagi para ahli dan pelajar untuk mendiskusikan inovasi bertanggung jawab di era kecerdasan buatan, mencakup aspek tata kelola, keamanan siber, hingga infrastruktur digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News