Ilustrasi
Ilustrasi

Ericsson Perkuat Jaringan Indonesia Portofolio Radio dan Software Berbasis AI

Mohamad Mamduh • 18 Maret 2026 16:06
Ringkasnya gini..
  • Solusi inovatif ini dirancang khusus untuk mempercepat transformasi digital dan mendukung percepatan ekspansi jaringan 5G di Indonesia.
  • Pemerintah Indonesia menargetkan cakupan 5G mencapai sekitar 32% pada tahun 2030.
  • Ericsson memungkinkan jaringan untuk memanfaatkan spektrum secara lebih efisien.
Jakarta: Ericsson mengumumkan peluncuran portofolio terbarunya yang mencakup radio AI-ready, antena, serta perangkat lunak Radio Access Network (RAN) yang ditingkatkan dengan Artificial Intelligence (AI). Solusi inovatif ini dirancang khusus untuk mempercepat transformasi digital dan mendukung percepatan ekspansi jaringan 5G di Indonesia.
 
Ericsson menyatakan bahwa solusi baru ini akan membantu operator, termasuk di Indonesia, membangun jaringan yang lebih cerdas, efisien, dan siap menghadapi kebutuhan di masa depan. Peningkatan utama dari portofolio ini adalah peningkatan performa uplink yang lebih kuat, efisiensi energi yang lebih baik, dan kecerdasan jaringan secara keseluruhan.
 
Peluncuran ini muncul seiring dengan pertumbuhan pesat aplikasi berbasis AI secara global, yang menuntut jaringan seluler untuk menghadirkan performa yang semakin tinggi, termasuk latensi yang lebih rendah serta reliabilitas yang lebih baik.

Portofolio terbaru Ericsson, yang mencakup sepuluh perangkat radio siap AI dan lima antena berkinerja tinggi, menjawab kebutuhan yang kian berkembang ini, sekaligus memungkinkan ekspansi 5G yang lebih terukur dan efisien secara biaya.
 
Pemerintah Indonesia menargetkan cakupan 5G mencapai sekitar 32% pada tahun 2030. Ericsson memandang bahwa kesiapan infrastruktur, efisiensi pemanfaatan spektrum, dan pengembangan jaringan berkelanjutan adalah prioritas strategis untuk mencapai ambisi tersebut.
 
Nora Wahby, Presiden Direktur Ericsson Indonesia, menegaskan bahwa jaringan yang cepat bukanlah satu-satunya prioritas, melainkan juga jaringan yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
 
"Di Ericsson, kami melihat AI-ready RAN sebagai fondasi dari perjalanan ini. Dengan menghadirkan kemampuan AI langsung ke Radio Access Network, kami memungkinkan terbentuknya jaringan berperforma tinggi yang adaptif dan lebih efisien dalam penggunaan energi," ujar Nora Wahby.
 
Integrasi kemampuan AI ke dalam lapisan hardware dan software memungkinkan operator mengoptimalkan sumber daya jaringan secara dinamis, meningkatkan pengelolaan lalu lintas, dan mendorong efisiensi operasional.
 
Fitur berbasis AI yang ditanamkan, seperti beamforming cerdas dan prediksi jangkauan jaringan berbasis AI, memungkinkan alokasi kapasitas jaringan dilakukan secara real-time berdasarkan pola penggunaan data.
 
Bagi pengguna, kemajuan ini menjanjikan konektivitas yang lebih konsisten dan andal, mulai dari pengalaman streaming video yang lebih lancar hingga game seluler yang lebih mulus, termasuk untuk aplikasi real-time berbasis AI.
 
Selain itu, konektivitas yang dapat dibedakan berdasarkan latensi, kecepatan, atau tingkat keandalan membuka peluang monetisasi baru bagi operator.
 
Nora Wahby menambahkan bahwa dengan mengintegrasikan kecerdasan ke dalam perangkat, antena, dan software, Ericsson memungkinkan jaringan untuk memanfaatkan spektrum secara lebih efisien dan meningkatkan kinerja uplink untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih baik.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA